TARIK TAMBANG: Aktivitas mahasiswa asal Indonesia di Yaman ketika situasi negara tersebut masih normal. (Special for KM)

150 Mahasiswa Madura Masih Bertahan di Yaman

3530 views

Sebagian besar dari mereka dilaporkan berada di Kota Tarim, Hadramaut dan dalam kondisi aman. Namun demikian, mereka tunduk pada pemerintah untuk mengikuti langkah evakuasi. Berikut laporan langsung Moh. Syamsuddin Bahri, Mahasiswa di Al-Ahgaf University Yaman, asal Desa Bun Baruh, Kecamatan Kadur, Pamekasan yang juga menjadi tim relawan evakuasi. Penuturan Syamsuddin disampaikan kepada wartawan Kabar Madura, Tabri Syaifullah Munir.

Proses evakuasi warga Negara Indonesia di Yaman hingga kini masih berlangsung. Di negeri yang saat ini sedang berkonflik terdapat sebanyak 150 Mahasiswa asal Madura. Mereka tersebar di empat Perguruan Tinggi. Yakni, Al-Ahgaf University, Kota Tarim sebanyak 50 Mahasiwa. Darul Mustafa, Kota Tarim 40 Mahasiwa, Ribat Tarim 40 Mahasiswa dan Alawi Mukalla sebanyak 4 orang.

Para Mahasiswa asal Madura yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Mahasiswa dan Pelajar Madura di Yaman (FOSMAYA) berbasis di Kota Tarim, Hadramaut, Yaman. “Saya yang kebetulan ditunjuk sebagai Ketua Fosmaya, saat ini ditunjuk sebagai tim relawan evakuasi WNI di Yaman,” urai Syamsuddin.

Secara keamanan, Hadramaut sebenarnya tidak masuk dalam area konflik. Bahkan, pihak kampus juga meyakinkan bahwa kampus di Yaman tidak akan masuk dalam area konflik karena tidak terlibat dalam percaturan politik. Bahkan, kondisi kami, para pelajar asal Madura di Tarim tetap menjalankan aktivitas belajar seperti biasanya.

Kendati demikian, sebagai antisipasi, kami tunduk pada kebijakan pemerintah Indonesia yang berupaya untuk melakukan evakuasi. Hingga kemarin (7/4) evakuasi kloter pertama sudah berjalan. Belum satupun mahasiswa asal Madura yang menjadi rombongan evakuasi tahap pertama. Mereka dievakuasi ke Salalah, perbatasan antara Yaman-Oman.

Baru besok (hari ini, 8/4) akan ada kloter kedua evakuasi. Menurut data Syamsuddin, terdapat 10 mahasiswa asal Madura yang akan dievakuasi. Evakuasi tersebut semuanya akan menggunakan bus hingga ke Oman.

“Kami teman-teman Fosmaya terus berusaha agar Mahasiswa asal Madura dalam kondisi aman dan semuanya terevakuasi. Makanya, kami optimis Insyaallah semua Mahasiswa asal Madura di Yaman akan terevakuasi,” tuturnya.

“Persoalan yang saat ini sedang kami hadapi untuk proses evakuasi, hanyalah persoalan administrasi yang bisa cepat selesai. Karena kebijakan yang kampus yang berbeda-beda, utamanya untuk pengambilan Paspor”.

Tim evakuasi yang dikirim Pemerintah Indonesia ke Hadramaut, terdapat dua orang dari Kementrian Luar Negeri dan dua orang dari kepolisian sudah melakukan kordinasi dengan lembaga-lembaga pendidikan. Rata-rata, lembaga tempat kami belajar mendukung langkah evakuasi yang dilakukan pemerintah (bersambung). (h4d)

Related Search