Pendidikan

Bohongi Kyai NU, Ansor Desak Kadisdik Malang Dicopot

Malang (beritajatim.com) – Sikap geram ditunjukkan Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) NU Kabupaten Malang, terkait sikap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) M Hidayat ditempat ini yang akan menerapkan Full Day School (FDS).

Kejengkelan GP Ansor dikarenakan sikap Kadisdik yang mendukung FDS dan dimuat pada media cetak terbitan Malang, Rabu (30/8/2017) hari ini.

Dimana M Hidayat selaku Kadisdik, akan menguji lima hari sekolah untuk pelajar SMP dan sederajat. Atas rencana itu, GP Ansor Kabupaten Malang mendesak Kadisdik M Hidayat dicopot dari jabatanya karena sudah melanggar janjinya serta ada upaya Kadisdik untuk membohongi Kiai NU.

“Kadisdik Kabupaten Malang telah membohongi Kyai NU. Sudah berbohong dan Kadisdik tidak faham tentang pendidikan karakter,” tegas Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim Syadad, Rabu (30/8/2017).

Kekesalan GP Ansor dikarenakan Kadisdik dalam hearing dengan Ulama dan Kyai NU di DPRD Kabupaten Malang beberapa pekan lalu menyatakan tidak akan menerapkan FDS.

“Ini Kadisdik telah membohongi Kyai. Dalam hearing beberapa waktu lalu Kadisdik menyatakan tidak akan menerapkan FDS. Kok dia sekarang akan uji coba FDS,” terang Husnul kesal.

Ia melanjutkan, melihat statment Kadisdik di media cetak hari ini, Kadisdik sudah membohongi Kyai sepuh di Kabupaten Malang.

“Kami GP Ansor sangat mengecam keras sikap Kadisdik. Kadisdik harus dicopot dari jabatanya, harus diganti,” kata Husnul.

Husnul melanjutkan, M Hidayat selaku Kadisdik Kabupaten Malang terkesan membohongi Kyai dan juga guru TPQ. Padahal dihadapan Kyai saat hearing, Kadisdik menyatakan sendiri bahwa di Kabupaten Malang, tidak akan menerapkan FDS.

FDS menurut Kadisdik saat hearing dengan Kyai, tidak bisa diterapkan karena akan berdampak pada pendidikan diniyah (Setingkat SD-red) yang telah nyata-nyata, memberikan sumbangsig terhadap pembentukan karakter anak-anak di Kabupaten Malang.

“Kadisdik secara diam-diam akan melakukan uji coba FDS di Kabupaten Malang. Artinya dia telah membohongin para kyai dan guru diniyah di Kabupaten Malang,” beber Husnul.

Dia menambahkan, GP Ansor Kabupaten Malang sangat kecewa dan mengecam sikap plin-plan  Kadisdik serta sudah membohongi Kyai dan guru Diniyah yang hadir dalam hearing membahas FDS.

“Dia (M Hidayat-red) tidak layak menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Kami akan bersikap dan bertindak jika hal ini diteruskan. Bupati Malang juga harus tahu dan paham akan tindakan bawahanya. Karena ini akan berdampak pada kpercayaan masyarakat  terhadap Bupati sebagai pemimpin Kabupaten Malang,” tegas Husnul.

“Kami minta M Hidayat selaku Kadisdik harus diganti. Karena telah dengan mudah berani membohongi para Kyai sepuh di Kabupaten Malang,” pungkasnya.

Sekedar informasi, dalam hearing beberapa waktu lalu; M Hidayat selaku Kadisdik Kabupaten Malang tidak akan menerapkan FDS atau tak sepakat dengan FDS. Namun dalam koran terbitan hari ini, M Hidayat akan menguji coba 5 hari sekolah bagi SMP di Kabupaten Malang.

Atas persoalan ini, M Hidayat dituding membohongi para Kyai sepuh yang ikut hearing menolak FDS di Kabupaten Malang. Nama-nama Kyai itu antara lain Kyai Fadol Hija yang juga Ketua MUI Kabupaten Malang sekaligus wakil Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Malang.

Kyai Imam Sibaweh selaku Katib Syuriah NU Kabupaten Malang, Kyai Buya Samsul Arifin Tumpang, Gus Holik Seketaris PCNU, Dokter Umar Usman selaku Ketua PCNU Kabupaten Malang serta Gus Nasrul selaku Ketua Forum Komunikasi Diniyah dan Taklimiyah Kabupaten Malang. (yog/ted)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top