Nasional

Pansus Angket Minta Pimpinan KPK Koperatif soal Dugaan Friksi Antar Penyidik

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Panitia Khusus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Arsul Sani meminta pimpinan KPK koperatif dalam menyikapi kerja Pansus. Ia mengatakan, di saat terungkap dugaan friksi di tubuh penyidik KPK melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus, semestinya pimpinan KPK merespons dengan bijak.

“Yang seharusnya menjadi concern adalah cara pimpinan KPK merespon persoalan-persoalan tersebut dan suara-suara sekelompok LSM yang dengan menutup mata memojokkan Brigjen Aris (Budiman) dan membela Novel Baswedan,” kata Arsul melalui pesan singkat, Minggu (3/9/2017).

Ia melanjutkan, sudah menjadi kewajiban bagi KPK untuk menyampaikan kinerjanya secara terbuka kepada masyarakat. Oleh karena itu, ia tak mempermasalahkan dengan terungkapnya dugaan friksi interna di KPK ke publik.

Dia pun meminta Pimpinan KPK berkenan untuk berkomunikasi dua arah dengan Pansus, sebab selama ini ia menilai mereka sulit diajak berkomunikasi.

“Saya kira friksi itu sudah lama ada jauh sebelum Pansus, dan tidak pernah terselesaikan selama ini. Justru dengan terungkap ini akan memaksa untuk mengupayakan jalan keluar penyelesaian,” papar Arsul.

“Dalam keadaan seperti saat ini dibutuhkan sikap bijak dari semua pihak, baik dari Pimpinan KPK maupun dari Pansus Angket KPK. Perlu dibuka komunikasi dua arah,” lanjut politisi PPP itu.

Sebelumnya Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigadir Jenderal (Pol) Aris Budiman mengakui keberadaan dua faksi dalam tubuh penyidik. Dua faksi tersebut yakni penyidik yang berasal dari anggota kepolisian dan juga penyidik internal KPK.

Menurut dia, friksi tersebut muncul karena adanya perebutan posisi dalam menempati posisi penyidik utama.

“Dan saya ingin berupaya menata itu tapi saya mengalami hal-hal yang kesulitan tertentu,” kata Aris di dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Panitia Khusus (Pansus) Angket KPK, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/8/2017) malam.

Aris kini tengah menjalani sidang Dewan Pertimbangan Pegawai KPK karena kedatangannya ke RDP Pansus melanggar perintah Pimpinan KPK.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top