Hukum

PKL Keberatan Meja dan Kursinya Diangkut Satpol PP Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Petugas Satpol PP Kota Kediri menertibkan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di trotoar dan bahu jalan. Dalam penertiban ini, beberapa rombong pedagang disingkiran dan meja serta kursi mereka diangkut.

Penertiban PKL ini dimulai dari Markas Satpol PP di Jalan Veteran, Kota Kediri. Petugas menyisir jalan – jalan protokol di tengah kota, diantaranya Jalan Brawijaya, Jalan Dhoho, Jalan Patimura dan HOS Cokroaminoto.

Petugas mendapat PKL yang nekat berjualan di luar jam operasional. Petugas menegur mereka, agar membongkar tempat jualan dan menepikan rombongnya. Sementara terhadap meja dan kursi yang ditinggalkan di trotoar langsung diangkut menggunakan mobil.

Komandan Regu Penertiban Satpol PP Kota Kediri Sucipto mengatakan, penertiban terhadal PKL ini berdasarkan Perwali Kediri No 37 Tahun 2015 tentang jam operasional. Pemerintah telah mengatur waktu jualan PKL berdasarkan zona.

“Pedagang tidak boleh berjualan diluar jam operasional. Jika mereka membandel, akan kita tertibkan. Kami sengaja memberikan toleransi waktu untuk mengemasi dagangannya satu jam. Setelah itu, jika bandel kita angkut. Namun untuk rombong yang ditinggalkan di trotoar langsung kita bawa,” ujar Sucipto, Selasa (5/9/2017).

Dalam penertiban ini, petugas sempat mendapatkan protes dari PKL. Itu terjadi di Jalan HOS Cokroaminoto, sewaktu petugas mengangkut meja dan kursi pedagang yang ditinggalkan di atas trotoar. Pedagang tak ingin tempat jualannya dibawa.

“Ini tadi akan kami bawa masuk. Tetapi sudah dibawa,” ucap pedagang. Satpol PP kemudian memberikan penjelasan kepada mereka supaya mengambil meja dan kursinya di Markas Satpol PP. Meskipun menuai keberatan, tetapi petugas tetap mengangkutnya. [nng/but]

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top