KM/Dok PERBAIKAN: Beberapa petugas PLN membenahi jaringan listrik di wilayah Kota Sumenep.

40 Persen Wilayah Minus Listrik

1010 views

SUMENEP-Listrik masih menjadi satu persoalan serius di Sumenep. Kabupaten paling timur di Madura ini memiliki 40 persen lebih wilayah yang belum menikmati aliran listrik. Bukan saja di daerah pelosok, di Kecamatan Kota tepatnya di Desa Patean, jaringan listrik belum tersedia.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah setempat. Upaya memperluas jaringan listrik kini tengah dipersiapkan. Tentu saja butuh usaha keras dan biaya tak sedikit untuk merealisasikannya.

Kepala Seksi Energi dan Kelistrikan Kantor Energi Sumber Daya dan Mineral Sumenep Nur Hidayat, mengakui jika ada sebagian daerah di Sumenep yang belum menikmati listrik dari PLN.

Namun Nur Hidayat menjelaskan, pemerintah setempat telah menyiapkan program mulai tahun 2015 untuk mengurangi wilayah yang masih ‘gelap’.

Salah satunya adalah pembiayaan jaringan. Di tahun 2015 ini, ujar Nur, daerah yang akan teraliri listri diantaranya, adalah Desa Kombang Kecamatan Talango, Desa Juruan Daya Kecamatan Batu Putih, dan Sentol Kecamatan Paragaan yang mulai beroperasi.

“Sebenarnya itu usaha kami karena kalau mengandalkan aliran dari PLN dimungkinkan masih sulit. Makanya, pemasangan jaringan di tiga desa itu berlangsung secara bertahap karena berhubungan dengan ketersediaan anggaran. Bahkan tahapannya berlangsung sejak 2009, namun saat ini pemasangannya telah mencapai 90 persen,” jelasnya pada Kabar Madura, Senin (9/3).

Hidayat menegaskan, bahwa untuk tahun ini listrik di tiga wilayah tersebut sudah menyala, sehingga masyarakat setempat dapat menikmati penerangan secara maksimal. Meskipun masih terdapat daerah yang tidak secara keseluruhan teraliri listrik.

“Memang untuk jangkauan jaringan belum kita survei, hanya saja untuk wilayah Kombang, 90 persen desanya sudah bisa menikmati dan 10 persennya mungkin masih karena berkaitan dengan jangkauan. Tapi tetap kami usahakan supaya bisa merata,” pungkasnya.

Diakui, sejauh ini memang masih banyak desa, utamanya desa terpencil yang belum teraliri listrik. Itu berkaitan dengan jangkauan yang memang tidak memungkinkan membangun jaringan.

“Namun lambat laun tetap kami usahakan, dan kami lakukan secara bertahap dengan biaya dari APBD untuk membangun jaringannya. Itu juga berkaitan dengan dana APBD yang juga terbatas, makanya harus dilakukan secara bertahap,” sergahnya.

Ditambahkan, untuk Kecamatan Talango, terdapat satu desa yang menjadi target aliran listrik, yakni Desa Poteran. “Tahun ini di Talango yang sudah pasti adalah Desa Kombang. Sementara nantinya masih akan menyusul adalah Poteran,” imbuhnya. (ong/h4d)

Related Search