Nekat: Penumpang ini abai terhadap keselamatannya dengan duduk di atas atap kapal.KM/ Rahmatullah

Akibat Jumlah Kapal Terbatas

1197 views

KORANKABAR.COM (SUMENEP)-Pelayaran antarpulau di Pelabuhan Kalianget masih saja memunculkan cerita lama, yakni membludaknya penumpang. Armada kapal yang terbatas, membuat penumpang harus selalu berdesakan untuk sampai ke tempat tujuan. Anehnya, belum ada solusi dari pemerintah setempat.
Pihak syahbandar Pelabuhan Kalianget membuka kembali pelayaran dengan mengoperasikan tiga kapal, Selasa (9/5), yakni Kapal Peritis Meumeri tujuan pulau Masalembu, Dharma Bahari Sumekar 1 rute pulau Kangean, dan KM Amukti Palapa tujuan pulau Sapeken.
Ratusan penumpang yang sempat tertahan selama sepekan gara-gara cuaca buruk berjubel menaiki kapal. Jumlah penumpang membludak. Mereka berebut naik ke atas geladak saat kapal bersandar di dermaga III Pelabuhan Kalianget.
Bahkan sebagian tidak sabar menunggu antrian di tangga kapal. Mereka justru banyak yang memaksa nekad memanjat dari samping kapal karena takut tidak kebagian tempat di dalam kapal.
Penumpang kapal Dharma Bahari Sumekar rute Pulau Kangean bahkan ada yang terpaksa duduk di atas atap dan di pinggir kapal agar bisa pulang. Padahal kondisi ini sangat membahayakan bagi keselamatan penumpang mengingat angin yang kencang dan gelombang tinggi.
Pihak kapal terpaksa menolak muatan sembako dan sepeda motor, karena harus mendahulukan penumpang. Sedangkan penumpang yang membawa sepeda motor terpaksa harus menunggu jadwal kapal berikutnya pekan depan.
Akibat membludaknya penumpang, KM Amukti Palapa tujuan Pulau Sapeken sempat berjalan miring saat akan keluar dari dermaga pelabuhan Kalianget. Namun syahbandar masih menganggap penumpang masih dalam taraf wajar. Apalagi, hal itu diyakini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan akan terus ramai menjelang bulan puasa.
Salah satu penumpang yang ditolak gara-gara membawa sembako dan sepeda motor, Abdussamad, mengaku terpaksa menerima dengan kebijakan yang ditetap pihak kapal. Sebab sembako dan kendaraan motornya tak bisa diangkut ke dalam kapal karena banyaknya penumpang. “Ya mau gimana lagi, aturannya begitu. Kalau kecewa sih kecewa, karena harus menunggu lagi pekan depan,” paparnya.
Pihak kapal maupun petugas Syahbandar, tak bisa berbuat banyak terhadap membludaknya penumpang. Seperti yang diungkapkan Manajer Operasional Kapal DBS 1 Bambang Suprio, pihaknya tak bisa berbuat apa-apa terkait keadaan tersebut.
Para penumpang banyak yang tidak mengindahkan peraturan dan keselamatan dirinya, sebab tak mungkin lagi menunggu jadwal kapal berikutnya yang masih belum pasti keberangkatannya. “Harus diapakan lagi, mereka sudah sepekan tertahan di daratan dan segera ingin pulang untuk menemui keluarganya,”ucap Bambang pasrah. (mat/h4d)

Related Search