KEMAMPUAN TERBAIK: Sesi latihan yang dijalani MU-P juga merupakan seleksi bagi setiap pemain untuk mendapat kesempatan terpilih mengisi starting eleven.(KM/Ainul Anwar)

Aksi di Lapangan Jadi Penentu

1016 views

SUMENEP-Pemain terbaik dipastikan mendapatkan tempat di skuat inti. Namun untuk itu, semuanya akan ditentukan di lapangan. Kemampuan terbaik wajib diperagakan bagi setiap pemain. Syarat tersebut juga berlaku bagi talenta yang baru hadir.
Meski pernah mengenyam pengalaman di sejumlah klub besar, bukan berarti figur tersebut mendapat jaminan bisa membela Madura United Perssu (MU-P). Pelatih Bonggo Pribadi menekankan hanya aksi di lapangan yang bisa membawa seorang pemain masuk dalam formasi inti.
“Tidak ada jaminan pemain yang baru masuk dan memiliki pengalaman bergabung dengan sederet klub besar yang diperkuatnya masuk di tim ini,” ungkap Bonggo Pribadi, Selasa (10/3).
Tuntutan ini dihadapi Marwansyah. Satu pilar yang baru bergabung untuk menjalani seleksi. Kemarin sore ia sudah mengikuti latihan dan diharuskan untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk lolos seleksi.
Dalam proses seleksi yang telah dijalani MU-P sebelumnya, terdapat sejumlah pemain bintang yang silih berganti keluar masuk dari MU-P. Dua eks pemain Persepam Madura United seperti Sudirman dan Khokok Roniarto bahkan harus terlempar.
Tak hanya itu, masuknya Marwansyah dalam proses seleksi pemain juga harus menampilkan persaingan ketat dengan pemain yang sudah merapat sebelumnya, seperti Benny Azhar. Pemain yang sudah memperkuat Perssu sejak masih di Liga Nusantara tersebut selama dalam proses pembentukan tim mampu menunjukkan sebagai pemain pembeda di skuat MU-P.
Di lain pihak, MU-P saat ini memang sedang memburu striker guna mempertajam daya gedor MU-P. Marwansyah, dalam perjalanan kariernya memang memiliki catatan sebagai striker tajam. Saat membela Persipasi di Divisi Utama musim lalu, Marwan pernah mencetak hatrick. Tak hanya itu, usia yang sudah menapaki 29 tahun juga menjadi cikal Marwansyah memiliki naluri kepemimpinan di lini depan.
Namun,  sebagai striker, Marwan juga mengalami sisi buruk tatkala gagal mengeksekusi pinalti saat Persipasi menghadapi Persires Kuningan.
Terlepas dari cerita kegagalan dan cerita kesuksesan sebelumnya, Marwansyah sebagaimana disampaikan Hasyim, Direjen Peccot Mania, diharapkan mampu menjadi ikon baru bagi MU-P dalam mengarungi Kompetisi Divisi Utama.
“Salah satu cara untuk bisa merebut hati supporter dan bisa menjadi ikon baru di Sumenep, Marwansyah harus membutikan bahwa dia layak kami cintai dengan membuktikan produktivitasnya dalam mencetak gol,” tegas Hasyim.
Mampukah Marwansyah memenuhi harapan pendukung MU-P. Tentunya, kemampuan pemain yang pernah menjadi bagian dari PSM Makassar, Persipasi, Persikab Bandung dan Persijap Jepara tersebut akan dilihat saat ujicoba pada Jumat mendatang lawan klub lokal Sumenep dan saat MU-P menjamu Persebo Bondowoso di Stadion A. Yani Sumeneo pada Selasa, 17 Maret mendatang. (bri)

Related Search