Angka Putus Sekolah Tinggi

64 views

KORANKABAR.COM (SURABAYA)–Seiring kondisi ekonomi yang masih turun naik berimbas kepada minat anak untuk bersekolah. Hal ini dilihat dari angka putus sekolah di Madura yang cupup tinggi.
Anggota Komisi A DPRD Jatim Syaifudin Asmoro menyayangkan banyaknya angka putus sekolah yang rata-rata Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berdasar data tahun 2016 tercatat 160 angka putus sekolah di Madura dan tak menutup kemungkinan angka tersebut angkat naik.

Menurut dia, background pendidikan orangtua dan kondisi ekonomi masyarakat penyumbang tertinggi adanya angka putus sekolah. Dengan begitu, pihaknya mendesak agar segera dibangun Balai Latihan Kerja (BLK), khususnya di Bangkalan.
”Kami mendesak agar Pemprov bersinergi dengan Pemkab untuk mendirikan BLK di Madura. Balai ini sangat mendesak untuk berdiri agar anak-anak yang putus sekolah memiliki skill untuk masuk dunia kerja,” kata dia di DPRD Jatim, Rabu (5/4).
Dia menuturkan, pihaknya selalu turun di pondok pesantren (Ponpes) karena sejumlah ponpes masih mengandalkan lulusannya bisa hafal kitab kuning dan sejenisnya. Padahal disisi lain, ilmu dunia juga penting untuk mendapatkan pekerjaan dengan layak.

“Mengingat sebagian besar ponpes yang ada hanya mengajarkan penguasaan kitab kuning dan sejenisnya. Padahal, ilmu dunia juga penting didapatkan guna dapat bekerja secara layak. Apalagi tidak menutup kemungkinan para pengusaha masuk ke Madura,” ujar politisi asal Partai Gerindra.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Jatim H Hisan mengatakan, untuk mengubah mindset masyarakat Madura jika pendidikan penting memang membutuhkan waktu yang sangat lama.

“Kita tahu kalau masyarakat Madura merupakan orang yang memiliki kemauan keras dan gigih dalam bekerja. Ini akan lebih baik jika mereka ini dapat sekolah tinggi,” ujar politisi asal Partai Demokrat.
Dia menambahkan, dengan dialihkannya pengelolaan Sekolah Menengah Kejuruan/Sekolah Menengah Atas (SMK/SMA) ke Pemprov Jatim, maka siswa dengan mudah melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Pemerintah akan memberikan gratis bersekolah jika siswa berasal dari keluarga tidak mampu,” tandas politisi asal Pulau Garam ini.(dit/h4d)

Related Search