Sosialisasi dan simulasi penanganan bencana Gunung Bromo, dalam rangka pemberian materi terkait penanganan evakuasi kepada para relawan demi terwujudnya Probolinggo tangguh bencana. (KM/IST)

Antisipasi Status Awas Bromo

533 views

KORANKABAR (PROBOLINGGO)-Antisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam, terus dilakukan pemerintah. Kali ini Pemkab Probolinggo, dan Kodim 0820 melaksanakan simulasi pencegahan dan penanganan bencana di Lapangan Sukapura, kawasan Gunung Bromo.

Skenario simulasi diaawali dari petugas geologi dan vulkanologi menerima informasi peningkatan status Gunung Bromo, dari siaga ke awas.

Selanjutnya petugas geologi menginformasikan ke Bupati Probolinggo, Tantriana. Sejurus kemudian, orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo, itu melanjutkan info ke seluruh elemen pendukung penanganan bencana alam.

Tak lama usai menerima informasi dari bupati, seluruh BPBD, dan anggota Kodim 0820 dibantu sejumlah organisasi masyarakat, bergerak langsung menuju lokasi bencana dan mengevakuasi korban.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Dwi Joko, mengatakan, sosialisasi dan simulasi penanganan bencana Gunung Bromo, dalam rangka pemberian materi terkait penanganan evakuasi kepada para relawan demi terwujudnya Probolinggo tangguh bencana.

Kegiatan ini, lanjut Dwi Joko, diikuti sekitar 200 relawan dari Kecamatan Sumber, Kecamatan Lumbang, Kecamatan Sukapura, dan Kecamatan Kuripan.

Sementara Bupati Probolinggo, Tantriana, mengatakan, setiap kurun waktu 4-6 tahun sekali, status Gunung Bromo, mengalami  peningkatan.

“Dari bencana erupsi Bromo, pada tahun 2010 hingga 2015 sudah 5 tahun, untuk itu kita harus waspada demi keselamatan warga dari bencana,” katanya.

Tantri menambahkan, selaku kepala daerah tidak berharap adanya bencana alam terjadi. Kalaupun erupsi Gunung Bromo terjadi, semua warga yang terdampak diharapkan bisa selamat.

“Mulai hari ini kami bersama organisasi masyarakat sudah melakukan MoU dan berkomitmen melakukan pertolongan dan melakukan evakuasi kepada warga,” sambung isteri mantan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin tersebut.

“Sewaktu-waktu bencana alam terjadi dan semua sudah tau tanggung jawabnya masing-masing,” tutup Tantri. (gig/edo)

Related Search