SIBUK: Babinsa Desa Pegagan Serda Ahmad Busiri sedang memantau aktivitas para pedagang sapi di Pelabuhan Desa Pegagan.DANDIM FOR KM

Babinsa Pantau Perdagangan Sapi Madura

527 views

KORANKABAR.COM (PAMEKASAN)-Membahas tentang sapi di Madura, yang terbayang kita adalah olahraga balap sapi yang sudah menjadi budaya, atau dikenal dengan nama karapan sapi. Di balik itu, sapi Madura juga punya potensi yang diminati masyarakat luar Madura. Selain sebagai alat kerap, sapi juga merupakan salah satu komuditas andalan Madura.

Hal itu, terlihat dari sibuknya aktivitas salah satu pelabuhan tradisional di perairan sungai Dusun Bong, Desa Pagagan, Kecamatan Pademawu. Dalam sekali pengiriman tujuan Kabupaten Probolinggo, jumlahnya mencapai 150 hingga 200 ekor.

Serda Ahmad Busiri, selaku Badan Pembinaan Desa (Babinsa) Pagagan, Koramil 0826/06 Pademawu, melaksanakan pemantauan aktivitas para pedagang sapi pada Minggu (28/6) lalu, setelah mengetahui tingginya volume lalu lintas perdagangan sapi di wilayah tanggung jawabnya tersebut. Aktivitas tersebut adalah perdagangan sapi dari Madura ke pulau Jawa dengan menggunakan jalur Laut.

Kepada Serda Ahmad Busiri, salah satu pedagang sapi asal Desa Jarin, Kecamatan Pademawu bernama Haji Imam S menceritakan, bahwa sapi-sapi tersebut akan dijual ke Kecamatan Kraksa, Kabupaten Probolinggo. Dalam sepekan, pengiriman dilakukan hingga dua kali dan diangkut menggunakan perahu.

“Kami mengirim dua kali dalam seminggu ke Kraksan, Probolinggo dengan menggunakan perahu. Setiap sapi yang akan dikirim sudah mempunyai surat izin/keterangan dari Kantor Dinas Karantina Kehewanan,” ungkap Haji Imam kepada Babinsa Serda Ahmad Busiri.

Pengiriman melalui jalur laut menjadi pilihan alternatif, karena dinilai lebih cepat dan lebih murah dibanding melalui jalan darat. Dari pelabuhan di Desa Pagagan, pengiriman sapi dilakukan setiap minggu dua kali, tepatnya pada hari Senin dan Jumat. Namun, juga mempertimbangkan kondisi cuaca dan kondisi Laut.

Alasan para pedagang sapi menjual sapinya ke Pulau Jawa dikarenakan harga sapi di Jawa lebih mahal dibandingkan di Madura. Keuntungannya mencapai 500 ribu perekor.

Sementara itu menurut Heri, Staf Dinas Karantina Kehewanan Kabupaten Pamekasan yang berkantor di Desa Pagagan, Kecamatan Pademawu menjelaskan, bahwa penjualan sapi ke Probolinggo itu, hanya sapi anakan. Setiap pengiriman sapi, pedagang terlebih dahulu mengurus surat izin jalan di Kantor Dinas Karantina Kehewanan.

“Pengurusan surat tersebut sangat gampang dan tidak dipersulit,” jelas Heri.

Komandan Kodim (Dandim) 0826 Pamekasan Letnan Kolonel (Letkol) Arm Mawardi menjelaskan, pemantauan yang dilakukan Babinsa Koramil 0826/06 Pademawu tersebut, dilakukan untuk mengetahui tentang kesulitan dan permasalahan yang dihadapi oleh pedagang sapi antar-pulau tersebut.

Namun, yang tidak kalah pentingnya, juga untuk mengantisipasi masuknya berbagai jenis penyakit, obat-obatan terlarang dan orang asing melalui jalur laut.

“Ini juga untuk mengaktifkan dan meningkatkan pemantauan serta pengawasan, di wilayah yang berpotensi sebagai tempat masuknya obat-obat terlarang dan orang asing,” tegas Letkol Mawardi. (waw/anm/adv)

Related Search

    Tags: