SUMUR GAS BARU: Tim peneliti dari pusat survei geologi Kementerian ESDM sedang melakukan pemantauan di lokasi semburan gas di Kecamatan Pasongsongan.KM/AINUL ANWARSUMUR GAS BARU: Tim peneliti dari pusat survei geologi Kementerian ESDM sedang melakukan pemantauan di lokasi semburan gas di Kecamatan Pasongsongan.KM/AINUL ANWAR

Badan Geologi Kementerian ESDM Teliti Sumur Gas Pasongsongan

 

KORANKABAR.COM(SUMENEP)-Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia melakukan peninjauan secara langsung terhadap semburan gas di salah satu sumur bor milik warga Desa Soddara Kecamatan Pasongsongan, Kamis (17/11) pagi.

Tim yang diterjunkan itu melakukan kajian dan penelitian terhadap kandungan gas di sumur tersebut. Tapi hasil penelitian kandungan gas itu masih belum bisa diketahui sebelum dicek di laboratorium.

“Kami sudah mengambil sampel 2000 mili liter (2 liter). Nanti akan kami analisis di laboratorium apakah kandungannya biogenik atau lainnya. Dari prediksi sementara bau yang timbul adalah kandungan sulfur atau belerang, tapi itu munculnya tidak seterusnya hanya beberapa detik,” ujar Muhammad Heri Hermianto, tim peneliti dari Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM.

Heri mengatakan, akan membawa sampel gas untuk diteliti di laboratorium. Analisis itu untuk mengetahui kandungan komposisi kimianya pada gas yang timbul dari hasil pengeboran sumur untuk air bersih tersebut.

Pihaknya mengimbau agar pusat semburan ditutup untuk sementara waktu sampai hasil penelitian kandungan gas itu diketahui. Tapi ia memastikan zat dari gas yang diduga banyak mengandung Hidrogen Sulfida (H2S) itu tidak berbahaya. Sebab lokasi semburan gas berada di ruang terbuka.

“Kami belum bisa memastikan sampai kapan penelitiannya karena belum tahu kondisi bawah permukaannya. Tapi munculnya memang sangat kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor ESDM Kabupaten Sumenep Abd Kahir menjelaskan, pihaknya masih akan menunggu kepastian hasil laboratorium pusat survei geologi serta rekomendasi lebih lanjut dari Kementerian ESDM.

“Kami menunggu kejelasan hasilnya, tadi dikordinasikan dengan surveir sehingga bisa memberi kepastian kepada masyarakat. Karena masyarakat masih belum mengetahui apa yang akan dilakukan,” ujarnya.

Jika memang kandungan gasnya berpotensi ekonomis, Kahir mengaku pengelolaannya akan mengikuti prosedur yang telah diatur. Yang jelas harus diserahkan dulu kepada pemerintah pusat sebelum dikelola oleh daerah. Sebab terkait pengembangan migas, merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Disini memang ada potensi kandungan gas, seperti di Desa Pragaan Daya. Tapi di Pasongsongan tekanannya besar diduga potensinya juga besar. Itu terbesar di Sumenep,” tandasnya. (aan)

Related Search