KLAIM AMAN: Bagian SDA Pemkab Pamekasan mempertanyakan tudingan Ketua PKPU Samheri yang menyatakan adanya permaianan harga elpiji di tingkat agen dan pengecer.KM/TOTOK ISWANTO

Bagian SDA Pertanyakan Tudingan Ketua PKPU

288 views

KORANKABAR.COM(PAMEKASAN)-Dugaan adanya permainan harga dengan sistem kartel pada penjualan liquid petrolium gas (elpiji) ukuran 3 kg di tingkat agen dan pengecer, akhirnya membuat pemerintah angkat suara. Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Pamekasan mengklaim penjualan elpiji 3 kg bersih dari permainan.

Bagian SDA pun mempertanyakan tudingan Ketua Perlindungan Konsumen dan Pelaku Usaha (PKPU) Samheri, yang menuding agen dan pengecer terendus melakukan sistem kartel, yaitu mempermainkan harga. Tudingan tersebut dipandang tidak mendasar, karena pada pendistribusian elpiji ukuran 3 kg sudah benderang: dari Pertamina hingga ke agen dan pangkalan sudah melalui proses pengawasan.

“Sebab tabung tersebut merupakan barang bersubsidi. Sehingga tidak ada kesempatan atau ruang untuk mempermainkan harga barang subsidi tersebut. Pendistribusian stok dari agen ke pangkalan memang sudah diatur,” terang pelaksana harian (Plh) SDA Pemkab Pamekasan Basri Yulianto, Kamis (2/7).

Dia memaparkan, tidak hanya pendistribusian stok yang mendapatkan pengawasan. Namun penentuan besarnya kouta juga diatur oleh Pertamina. Sehingga, tidak ada ruang bagi agen dan pangkalan untuk bisa bermain atau mempermainkan harga di atas harga eceran tetap (HET) dari pemerintah. Menurutnya, masing-masing agen sudah memiliki LO (order) yang sudah ditentukan oleh Pertamina.

“Untuk elpiji 3 kg ini, sudah ada mekanisme pendistribusiannya. Dari agen ini berdasarkan pada LO (order) itu sudah ditentukan oleh Pertamina. Kemudian masing-masing agen itu membawahi pangkalan binaannya. Setiap hari agen itu dituntut oleh Pertamina untuk menyampaikan serapan LO-nya melalui sistem informasi montoring elpiji 3 kg (simole),” jelasnya.

Sedangkan pangkalan oleh agen, dituntut tiap hari membuat laporan penjualan yang disampaikan pada agen. Sehingga, semua jaringan sudah terprosedur dengan baik. Bahkan, lanjut Basri, agen dan pangkalan sudah mengadakan perjanjian. Hal itu guna mengontrol kinerja setiap elemen pendistribusian barang subsidi tersebut.

Sebelumnya, Ketua PKPU Samheri menyatakan belum maksimalnya harga elpiji di bumi gerbang lantaran tidak sehatnya penyuplaian elpiji ke masing-masing agen. Bahkan, pendisitribuisian elpiji tersebut dijadikan ajang bisnis kartel. Dalam artian, kata Samheri, permainan elpiji selama ini hanya berkutat di bagian agen yang memiliki banyak jaringan.

“Dengan demikian, pola permainan tabung gas ukuran 3 kg ini, sulit terjamah oleh pemerintah setempat. Selain penyuplaian yang tidak sehat, pendistribusian elpiji dari agen juga disesuaikan dengan momen-momen tertentu. Sehingga, kenaikan harga hanya terjadi di beberapa daerah,” tukasnya. (ito/anm)

Related Search