KM/ILUSTRASI

Banyak Patok Beton Roboh, Tak Ada Anggaran Perbaikan

KORANKABAR.COM (SUMENEP)-Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumenep, pada tahun 2014, mendapat kucuran anggaran Rp100 juta dari APBD Sumenep untuk membuat 1000 patok beton.

Patok beton tersebut dipasang di semua titik yang menjadi akses masuk ke semua lokasi penambangan pasir di sepanjang wilayah Pantura Sumenep, mulai dari Kecamatan Batuputih hingg Kecamatan Pasongsongan.

Tapi sayangnya, anggaran Rp100 juta itu terkesan sia-sia. Sebab saat ini rata-rata patok beton dibongkar atau dirobohkan oleh para penambang pasir. Sehingga penambang pasir ilegal tersebut, masih bisa mengangkut pasir dari pinggir pantai.

“Ukuran patoknya paling hanya dua jengkal tangan. Jadi wajar kalau penambang pasir masih bisa membongkar. Coba ukurannya lebih besar, pasti lebih kuat,” tutur Imam, warga Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten.

Sementara, Kepala Bidang Pengawasan dan Penanggulangan Dampak BLH Sumenep, Ernawan Utomo mengatakan bahwa pada tahun 2015, tidak ada anggaran pembuatan patok beton lagi.

Sehingga, jika memang saat ini banyak patok beton yang dirusak oleh para penambang pasir, maka pihaknya berharap ada komunikasi dari semua pihak terkait. Sebab menurut Iwan, wewenang BLH hanya pada pemasangan patok beton dan memberikan imbauan kepada masyarakat.

Sementara, penindakannya adalah ranah Satpol PP. Apalagi, BLH sejak sebelum memasang patok beton, sudah memasang papan larangan melakukan penambangan pasir secara ilegal.

“Seharusnya pihak terkait duduk bersama untuk membahas masalah itu. Seperti BPPT, ESDM, Satpol PP, Polres dan BLH. Sehingga persoalan penambangan pasir liar bisa ada solusi,” harap pejabat yang tak pernah absen menonton latihan dan pertandingan Madura United Perssu (MU-P) ini. (aan/zis)

Related Search