Caption : Akhmad Sumarsono menunjukkan atau memperlihatkan tempat penyim[panan uang dan lap topnya(Foto : KP/Agus Purwoko)

Baru Beli, Mobil Dicuri

1322 views

Kasat Reskrim saat meminta keterangan Akhmad Sumarsono, di rumah baratnya garasi atau rumah yang difungsikan kantor CV.

WONOASIH- Komplek Perumahan Sumbertaman Indah (STI) kebobolan. Rumah Ahmad Sumarsono (43) salah seorang warga yang tinggal di blok R nomor 5 Kelurahan Sumbertaman kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, dibobol maling. Mobil jenis sedan di garasinya di bawa kabur pencuri, Kamis (18/03).

 

Peristiwa hilangnya mobil yang dibeli tiga minggu lalu itu diketahui pemiliknya pukul 05.00 pagi, setelah Akhmad Sumarsono dan istrinya, Iva Rinjani (43) dibangunkan tetangganya.  Tetangga yang melihat pintu pagarnya dan mobil di garasinya tidak ada, beramai-ramai membangunkan pasutri itu dengan cara mengetuk pintu depan rumahnya.

 

Akhmad yang kaget, langsung menuju garasinya dan melihat sedan bercat silver di garasinya tidak ada. Sedang kendaraan jenis MPV yang ditaruh di belakang sedang, tidak ikut dicuri. “Tetangga curiga karena pintu pagar terbuka. “Biasanya kalau istri saya yang membawa mobil, pintu pagar ditutup kembali. Ini enggak, pintu dibiarkan terbuka,” terangnya.

 

Untuk memastikan apakah kawanan pencuri yang mengobok-obok dua rumahnya, juga mencuri barang atau harta yang lain. Akhmad-pun bersama istrinya mengecek seluruh ruangan. Meski pelaku sempat memasuki dan mengacak-acak rumah di barat garasi, yang difungsikan kantor konsultan lingkungan dan Plantologi (Tata Ruang ) tak satupun barang atau harta yang dibawa kabur.

 

Bahkan, uang Rp 7 juta yang disimpan di laci bersusun, masih tetap utuh. Begitu juga dengan laptop yang disimpan dilaci bawah laci penyimpanan uang, tidak diambil. Padahal, perabotan yang terdiri dari lima laci bersusun tersebut diacak-acak pelaku. Televisi dan computer, juga masih berada diposisi semula. Hanya tas cangklong yang biasa dibawa Akhmad saat kerja, dibuang di halaman depan, bersamaan dengan stempel dan bantalannya, serta lembaran kwitansi atau nota.

 

Sedang seluruh kunci rumah yang diambil pencuri dari rumah timur garasi (Rumah Utama) dilempar atau dibuang ke pot bunga dan dibawah pohon blimbing, halaman depan. Sehingga untuk masuk ke rumah barat garasi, pemilik terpaksa lewat cendela dengan cara mencongkel untuk melihat kondisi rumah yang sekaligus difungsikan kantor tersebut.

 

Menurut Akhmad, sebelum mambawa kabur sedannya, pencuri mengambil kontak di rumah utama. Mereka masuk dengan cara mencongkel cendela depan dan seluruh kunci yang ada di ruang tengah tersebut, dibawa keluar (Diambil). Pencuri yang belum diketahui jumlahnya itu, memasuki rumah barat garasi membuka pintu depan dengan kuncinya. “Saya tidur jam 01,30. Enggak dengar apa-apa,” terang Akhmad.

 

Usai mengacak-acak rumah baratnya garasi, pelaku membawa kabur sedan Akhmad dan membiarkan pintu pagar, terbuka. Diceritakan, salah seorang warga sempat memergoki sedan tersebut. Namun warga tidak curiga dan menegar, lantaran mereka mengira yang membawa atau yang berada di dalam mobil itu, Akhmad atau istrinya. “Enggak ada yang tahu. Dua penjaga lingkungan sini, juga enggak tahu,” tambah pemilik CV Karya Darma Consultan ini.

 

Iva Rinjani mengaku, sekitar pukul 02.00 sempat mendengar bunyi glodak, namun tidak begitu dihiraukan dan perempuan asli Lumajang ini melanjutkan tidur malamnya. Tiba-tiba ia dibangunkan warga dan mengatakan sedan berplat dasr putih dengan nopol N 1040 XY tersebut, tidak ada di garasi. “ternyata benar, mobil saya sudah tidak ada. Pak RW Budi sempat memergoki. Dia enggak menegor, karena yang nyetir dikira saya,” jalas Iva.

 

Kasat Reskrim AKP Damar Bastiar Amarapit, berterus terang kesulitan menemukan mobil Akhmad sesegera mungkin. Mengingat, kendaraan seharga Rp 300 jutaan  itu tidak dilengkapi alat pemantau atau GPS. Saat ditanya, apakah pelaku pencurian mobil Akhmad, sama dengan pelaku yang mencuri mobil mewah di jalan Mawar Putih, Kelurahan Sukabumi, beberapa minggu yang lalu. “Kemungkinan ya. Soalnya, pelaku masih mengambil kontak mobil di dalam rumah,” tandasnya.

 

Ditanya, mengapa pelaku saat ini cenderung mencuri mobil yang baru, menurut Kasat, karena pelaku ingin kendaraan yang dicurinya cepat laku dan tidak mudah terdeteksi. Petugas tidak bisa memblokir surat-surat kendaraan tersebut. “Tidak bisa diblokir, karena belum ada STNK-nya,” pungkas kasat saat di TKP. (gus/tiq)

Related Search