“Biarkan Persebaya 1927 Berkompetisi!”

1798 views

KORANKABAR (SURABAYA)-Diskusi tentang sepakbola Surabaya, khususnya terkait Persebaya Surabaya, menjadi topik bahasan dalam sebuah diskusi yang digelar di JX Expo Surabaya, Rabu (15/4).

Mantan Manajer Persebaya Arif Affandi menyebut PSSI menjadi dalang dan harus bertanggung jawab terhadap kondisi yang dialami Persebaya saat ini.

Arif mengatakan kisruh ini bermula ketika PSSI melegitimasi Persebaya yang kini berkompetisi di Indonesia Super Leagus (ISL) dan melarang Persebaya 1927 bermain di liga.

Menurut Arif, dualisme yang terjadi di tubuh Persebaya tak lepas dari dosa PSSI. Sebab saat Persebaya terlibat masalah, PSSI justru ikut campur dengan melegitimasi. “Persebaya menjadi compang-camping karena kebijakan PSSI,” ucap Arif.

“Menurut saya salah satu jalan keluarnya yakni PSSI membiarkan Persebaya ISL dan Persebaya 1927 sama-sama berkompetisi di Liga Indonesia. Akan menjadi lebih baik jika Surabaya memiliki dua tim sepakbola yang sama-sama besar,” imbuhnya.

Dualisme Persebaya terjadi ketika tim kebanggaan Arek-Arek Surabaya tersebut didegradasi oleh PT Liga Indonesia ke Divisi Utama dan membelot ke Indonesia Premier League (IPL).

Ketika PSSI menunjuk PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku operator IPL, Persebaya 1927 menjadi klub yang diakui PSSI.

Sebaliknya, ketika Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang dikomando La Nyalla M. Matalitti berhasil menguasai PSSI dan menunjuk PT Liga Indonesia selaku operator ISL, Persebaya yang dikelola PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) menjadi tim yang diakui PSSI.

Arif menyebut, selayaknya kota lain di Eropa seperti London, Manchester, Liverpool, Milan, Roma, Madrid, dan sebagainya yang memiliki lebih dari satu klub di kompetisi, Surabaya juga layak memiliki lebih dari satu tim di Liga Indonesia.

“Dalam sejarahnya, Surabaya pernah memiliki Persebaya, Niac Mitra, Mitra Surabaya, hingga Assyabaab yang masing-masing bisa berjalan dengan kebesarannya dan suporternya,” terang mantan Wakil Wali Kota Surabaya ini.

Arif menilai Surabaya layak mempunyai dua klub sepakbola di Liga Indonesia karena potensi suporter sepakbola Surabaya cukup besar.

Menurutnya, besarnya suporter sepakbola Surabaya bisa modal dasar untuk satu klub bisa eksis pada masa industri sepakbola seperti saat ini.

“Kami meminta PSSI mengakomodasi Persebaya 1927 untuk bermain di Liga Indonesia. Dulu Persebaya 1927 didegradasi dari ISL ke Divisi Utama, jadi biarlah Persebaya 1927 berkompetisi dari Divisi Utama,” pungkasnya sembari menyebut siapa klub yang bisa bertahan tentunya akan ditentukan oleh pasar. Dalam hal ini penonton dan sponsor. (rr)

Related Search