PEMERATAAN: Pada sidak pelaksanaan UN tingkat SMA dan MA kali ini, Bupati Achmad Syafii menargetkan semua lembaga pendidikan tingkat SMA sederajat tahun depan sudah menerapkan UNBK.

Bidik Target UNBK 100 Persen

33 views

KORANKABAR.COM (PAMEKASAN)-Bupati Pamekasaan Achmad Syafii melakukan inspeksi mendadak (sidak), pelaksanaan hari ke 2 Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNBKP) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA), Selasa (11/4).
Sidak kali ini turut melibatkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur, Kabupaten Pamekasan Slamet Goestiantoko, Dewan Pendidikan Pamekasan Kutwa dan Kepala Kantor Kementerian Agama Pamekasan Shodik serta Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho.

Lembaga Pendidikan pertama yang disambangi Bupati Achmad Syafii yaitu SMAN 4 Pamekasan di Jalan Pintu Gerbang. Kemudian bergeser ke SMA Wahid Hasyim di kelurahan Parteker dan selanjutnya MAN Pamekasan di Jalan K.H Wahid Hasyim dan berakhir di MAN Juncangcang, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu.
Usai sidak, Achmad Syafii mengatakan secara umum hari ke dua pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) SMA dan MA berjalan lancar. Hanya salah satu ruangan di MAN Pamekasan yang sempat mengalami gangguan server.
“Dipastikan yang mengalami gangguan server di season pertama ini jamnya digeser, nanti akan kembali diikutkan di season terakhir,” katanya.

Tahun depan, bupati dua periode ini menargetkan pelaksanaan Unas di semua lembaga pendidikan di bumi Gerbang Salam sudah menerapkan UNBK. Pada pelaksanaan kali ini dari 97 lembaga pendidikan MA baru sekitar 15 yang menerapkan UNBK, sedangkan sisanya sebanyak 82 masih UNBKP.
“Alhamdulillah tahun ini semua SMA dan SMK baik negeri maupun swasta sudah berbasis UNBK. Kita harapkan tahun depan semua lembaga pendidikan MA sudah menerapkan UNBK,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.
Dengan dilaksanakannya UNBK orang nomor satu di Lingkungan Pemkab Pamekasan ini berharap, peluang untuk mencontek sudah tidak dapat dipraktikkan lagi, sangat kecil kemungkinannnya. Tentunya hal itu menjadi dorongan dan tantangan bagi siswa untuk belajar sungguh-sungguh.

“Tidak ada pandangan lagi ketika ujian ada yang memberi contekan, bisa tanya sana-sini dan lain sebagainya. Jadi semua harus konsentrasi pada dirinya sendiri, sebagai salah satu upaya kita menjaga integritas siswa mejadi lebih baik,” tuturnya. (fer/h4d/adv)

Related Search