PROSES: Aktivitas belajar mengajar di salah satu Madrasah Diniyah (Madin) Kota Probolinggo.(KP/Dokumen)

BOS Madin 2015 Sedang Diverifikasi

2708 views

MAYANGAN-Baru dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Probolinggo, Zainullah punya sejumlah PR. Di antaranya adalah tidak cairnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Diniyah (Madin) 2014. Para guru Madin kembali menyuarakan harapan agar ada kejelasan mengenai dana tersebut.

Abdul Munip, seorang guru di salah satu Madin di Kecamatan Kademangan, berharap dana BOS 2014 bisa dicairkan. Sebab BOS adalah dana yang paling mungkin dimanfaatkan untuk menutupi biaya operasional dan gaji guru. “Tahun lalu kami guru Madin puasa (BOS) alias tidak dapat apa-apa. Kabarnya dananya dihanguskan,” ungkap guru yang sudah bertahun-tahun mengabdi di Madin setempat.

Dana BOS 2014 sebenarnya dianggarakan sebesar Rp2,3 miliar. Namun dana tersebut akhirnya dipastikan tak cair dengan alasan tidak ada payung hukum yang jelas. Saat itu, ada sejumlah ketentuan tak sinkron yang terdapat petunjuk teknis (juknis) pencairan. Juknis ditandatangani pada Maret 2014, namun buku juknisnya baru diterima pada September. Dana BOS pun tak jadi dicairkan.

Anggota Komisi A DPRD Kota Probolinggo Nur Hudana cukup menyayangkan persoalan BOS tahun lalu. Pengalaman pahit bagi Madin itu menurutnya tak boleh terulang lagi tahun ini. “Kalau dalam prosesnya sudah tidak ada kendala (misalnya payung hukum) lagi seperti sebelumnya, segera dicairkan saja. Jangan seperti tahun lalu,” tegasnya.

Nur Hudana menyebut Kota Probolinggo termasuk daerah yang bermasalah soal dana BOS Madin. Karena sejauh pengetahuannya, di daerah lain sepanjang 2014 tidak ada masalah. “Itu merupakan program Pemprov Jawa Timur. Di daerah lain saja sudah mewacanakan adanya kenaikan anggaran dana BOS. Tapi di Kota Probolinggo malah belum atau bahkan tidak cair,” keluhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Zainullah memilih untuk tak banyak berkomentar mengenai dana BOS tahun lalu. Ia hanya menyatakan, kejadian tahun lalu tidak boleh terjadi lagi tahun ini.

“Untuk pencairan dana BOS Madin tahun ini, kami masih dalam tahap verifikasi lembaga penerima. Sejauh ini tidak ada masalah. Jadi, prosesnya kami harapkan cepat selesai dan bisa segera cair. Dana BOS itu haknya madrasah. Tahun ini Insya Allah akan lancar. Tapi kami belum berani memastikan kapan bisa dicairkan,” terangnya.

Menurutnya ada banyak sistem yang akan diperbaiki agar kejadian tahun lalu tak terulang. Salah satu yang akan dilakukan adalah mengundang pihak terkait untuk memecahkan masalah. Di antaranya kalangan guru, kepala Madin, serta DPPKA (Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset). “Jadi tidak hanya Dinas Pendidikan yang akan disalahkan kalau ada masalah. Makanya ke depan kami akan melibatkan semua pihak dan duduk bareng menyelesaikan permasalahan yang ada,” katanya.

Soal anggaran, nominal tahun ini relatif sama dengan tahun lalu, senilai Rp2,3 miliar. Sumbernya adalah sharing APBD Jawa Timur dan APBD Kota Probolinggo. BOS Madin dimanfaatkan untuk operasional lembaga serta tunjangan bagi 350 tenaga pengajar di 173 madin. Anggaran sebesar itu muncul dari siswa madin sebanyak 5.480 orang. (rul/dik)

Related Search