BPBD Telat Informasikan Lokasi

1111 views

KOTA-Kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mendapat sorotan tajam dari banyak kalangan. Instansi tersebut ditengarai kurang sigap dalam menginformasikan daerah rawan bencana. Pasalnya, setelah beberapa bencana menimpa sebagian daerah di Kabupaten Pamekasan, baru kemudian BPBD memberikan informasi.
Mestinya sebelum bencana tersebut terjadi, BPBD sudah mengetahui daerah-daerah rawan bencana tersebut. Selain itu, menyosialisasikannya secara maksimal.
Menurut Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan Moh Khofifi, instansi yang menangani persoalan bencana itu, baru menginformasikan daerah rawan bencana sejak Desember 2014 lalu. Padahal, bencana sering memporak-porandakan daerah di Pamekasan sudah bertahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, BPBD belum aktif menyosialisasikan antisipasi bencana. Dikatakan, BPBD justru lebih aktif melakukan tindakan saat terjadi bencana. Seharusya, BPBD lebih aktif menanggulangi bencana, sebelum terjadi bencana.
Salah satunya, dengan cara mengumpulkan kepala desa (kades) dan perwakilan tokoh masyarakat untuk disampaikan, bahwa di kecamatan dan desa tertentu, paling rawan terjadi bencana longsor, atau bencana angin puting beliung, petir, dan sebagainya. Selain itu, BPBD dalam melakukan penanggulangan bencana, harus lebih aktif menggandeng media massa, baik cetak maupun elektronik.
“Pada intinya untuk menginformasikan kepada masyarakat daerah rawan bencana dan langkah mewaspadainya. Kalau sekarang, BPBD banyak tampil di media karena ada bencana. Sementara antisipasi bencana belum tersentuh, ini yang seharusnya ke depan dilakukan,” sarannya.
Sebelumnya, BPBD Pamekasan merilis enam kecamatan di Kabupaten Pamekasan, yang ditetapkan sebagai rawan bencana. Yakni Pegantenan, Kadur, Palengaan, Larangan, Tlanakan dan Kecamatan Kota Pamekasan.
Kepala BPBD Pamekasan Akmalul Firdaus mengaku sudah sudah menyiapkan tim, guna mengantisipasi bencana di daerah rawan bencana. Khususnya di enam titik tersebut. Baik terkait bencana longsor, puting beliung, banjir dan jenis bencana lainnya. Selain menyiapkan di kecamatan, pihaknya juga menyiagakan di kantor BPBD Pamekasan.
“Jadi jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memberikan pertolongan terhadap kekuatan tim yang berada di kecamatan, akan lebih cepat tanggap,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Pamekasan Acmad Syafii meminta masyarakat untuk aktif terlibat melakukan antisipasi terjadi bencana daerah. Serta, turut aktif melaporkan kejadian bencana ke pemerintah agar pemerintah segera melakukan penanganan.
Menurut penilaiannya, BPBD sudah sigap dalam rangka mengatasi bencana di Pamekasan. Sehingga, semangat penanggulangan bencana, harus diiringi oleh partisipasi masyarakat untuk melakukan antisipasi terhadap terjadinya bencana daerah di Pamekasan. (ito/anm)

Related Search