PEMERASAN: Masyarakat diresahkan dengan pemungutan biaya via ATM Rp450.000 yang terkuras tanpa pemberitahuan dari BPJS. KM/NURUS SOLEHEN

BPJS Terendus Peras Nasabah

89 views

 

KORANKABAR.COM(PASEAN) – Devi Afriani merasa diperas oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Pamekasan. Saldo banking rekening ATM milik warga Dusun Toroy, Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, tersebut tiba-tiba berkurang usai transaksi guna melunasi pajak selama Mei hingga Juli 2016.

Diterangkan, saldo normal Devi berjumlah Rp6.158.650. Awalnya, dia tidak mengecek slip pembayaran. Baru setelah tiba di rumahnya, saldo normal ATM bersisa Rp5.708.650.

Dari sisa saldo rekeningnya yang dicek, pihak BPJS memangkas biaya pajak telat selama tiga bulan sebesar Rp.450.000. Padahal, setiap bulan pajak BPJS Rp80.000. Kalau dijumlahkan telatnya selama tiga bulan, seharusnya dikenai biaya Rp240.000.

Dari itu, kata Devi, kalau misalkan dikenai biaya lain akibat telat pembayaran, pihak BPJS mestinya lebih memperkuat aturan barunya untuk diketahui para nasabah. Pemotongan pajak yang dilakukan BPJS atas kejadian tersebut mencapai lebih dari separuh tarif, yakni 80%.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Cabang Pamekasan Ismail Marzuki, mengaku tidak melakukan pemerasan. Pihaknya memastikan, ada iuran yang tidak terbayar selama beberapa pekan.

“Atas nama Devi ini, tidak melakukan pembayaran iuran selama empat bulan terhitung sejak Maret sampai Juli 2016,” tukas Ismail melalui customes cervice-nya Farah saat ditemui, Senin (24/10).

Farah menjelaskan, selama Februari ada perubahan tarif pajak, yang awalnya Rp56.000 menjadi Rp80.000. Sementara kartu BPJS milik Devi, harus menanggung semua kartu keluarga (KK) yang tertera di data BPJS tersebut.

“Jadi pungutan biaya Rp450.00 itu, sekaligus dengan potong pajak pada bulan sebelumnya. Itu lambat bukan tiga bulan. Tapi, empat bulan. Dengan begitu Rp80.000 kali 4 bulan berjumlah Rp320.000. Sementara Rp130.000 itu akumulasi dari Rp32.000 telatnya selama empat bulan,” tutupnya. (km29/nam)

Related Search