TERDAMPAR: Kapal tugboat dan tongkang yang menyebabkan terumbu karang rusak masih bertahan sambil menunggu proses mediasi antara perusahaan dengan Pemkab Sumenep.KM/AINUL ANWAR

BPSPL Telusuri Kerusakan Terumbu Karang Gili Labak

KORANKABAR.COM (SUMENEP)-Kerusakan terumbu karang di objek wisata pulau Gili Labak Talango Sumenep menjadi atensi Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan menginstruksikan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar untuk melakukan penelitian.

Tapi sampai saat ini belum ada rekomendasi dari hasil penelitian tersebut meski sejak Jumat (4/11) kemarin, tim dari BPSPL serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur sudah melakukan pemetaan lokasi kerusakan terumbu karang. “Tim dari BPSPL Denpasar mewakili Kementerian Kelautan bersama DKP Jawa Timur telah memantau kondisi pesisir dan kerusakan terumbu karang di pulau Gili Labak. Dari hasil BPSPL masih melaporkan kepada Dirjen Pengelolaan Ruang laut (PRL),” terang Kepala DKP Kabupaten Sumenep Muhammad Jakfar.

Jakfar mengaku sengaja tidak ikut melakukan penelitian secara langsung. Karena kerusakan terumbu karang akibat kecelakaan tongkang BG.MDM 4 milik PT Meratus Advance Maritim (MDM) yang memuat batu bara seberat 12.520 mega ton, sebenarnya bukan wewenang DKP Kabupaten, sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah yang mengatur sumber daya kelautan.

“Kami sudah tidak punya kewenangan dari 0-12 mil laut wewenang provinsi. Tapi kami tidak berdiam diri. Kami melaporkan kepada DKP Provinsi Jawa Timur dan koordinasi dengan Kementerian Kelautan,” imbuhnya.
Hanya saja, sampai sekarang pihaknya masih belum mengantongi data luasan terumbu karang di pulau Gili Labak dan kerusakannya. Karena selama ini yang berwenang mengenai pelestarian terumbu karang adalah Badan Lingkungan Hidup (BLH).

“BLH Sumenep sudah berkoordinasi dengan BLH Provinsi Jawa Timur. Kelanjutannya kami hanya mengusulkan agar penutupan terumbu karang oleh batubara segera direlokasi. Kalau tidak akan menyebar dibawa arus dan gelombang,” pungkasnya. (aan/h4d)

Related Search