KABAR MADURA/ISTIMEWA

Bupati Restrukturisasi Tata Kota

1212 views

KORANKABAR (PAMEKASAN)-Bupati Achmad Syafii berencana memanggil dinas yang terkait tata kota dan pengelolaan sampah. Sebab, Pamekasan tahun ini kemungkinan besar gagal meraih Piala Adipura.

Tidak seperti tahun lalu, kebersihan dan penataan wilayah kota bumi gerbang salam tahun ini cukup miris. Bupati Achmad Syafii mengaku kecewa, Pamekasan gagal meraih Adipura, Minggu (20/4). Hal itu diakibatkan karena pengelolaan sampah dan penataan wilayah kota masih kurang bagus.

Selain itu, minimnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah jenis organik dan anorganik, membuat Pamekasan, mendapatkan poin terendah dalam penilaian Adipura 2015. “Adipura sekarang sudah memasuki penilaian kedua. Tapi ternyata, berdasar informasi dari Kadis PU Cikatarung, pengelolaan dan pengolahan sampah di Pamekasan mendapatkan nilai terendah,” papar Syafii dengan nada kecewa.

Atas dasar itulah, orang nomor satu di Pamekasan berencana mengumpulkan pihak terkait. Tujuannya, untuk mencari solusi dan merumuskan penataan kota dan kebersihannya. Hal itu dilakukan agar Pamekasan tidak lagi berada di posisi terendah dalam penilaian Adipura.

“Kami akan mengumpulkan instansi terkait untuk segera kita organisasikan. Sehingga, kejadian serupa (Terendah dalam penilaian Adipura, red) tidak terjadi lagi tahun-tahun mendatang. Karena kebersihan dan penataan wilayah kota ini sangat dibutuhkan karena Pamekasan merupakan wilayah yang mempunyai banyak keunggulan, baik segi pendidikan maupun sebagai kota kerajinan batik,” ungkapnya.

Untuk saat ini, upaya yang akan dilakukannya yakni masih akan memikirkan teknis pengorganisasian dari pengelolaan dan pengolahan sampah.

Sebab hal tersebut selama ini masih belum diterapkan secara menyeluruh. Sehingga pengolahan dan pengelolaan sampah di Pamekasan bisa berjalan dengan maksimal. Serta tidak lagi berdampak buruk terhadap Kabupaten Pamekasan.

“Pengorganisasiannya (pengelolaan dan pengolahan red) itu sangat penting. Sebenarnya hal inilah yang paling lemah di kita. Seandainya pengelolaan dan pengolahan sampah bisa ditanggulangi penilaian Adipura tidak akan rendah. Bisa saja kita sudah Adipura Kencana,” tukas, mantan anggota DPR-RI asal Partai Demokrat tersebut.

Sementara itu, Kadis PU Cikatarung, Muharram mengakui jika tahun ini Pemkab Pamekasan gagal menerima Adipura. Sebab selain persoalan pengelolaan dan pengolahan sampah kurang maksimal, juga dikarenakan penataan yang masih belum baik pula. Dengan demikian dia berharap, adanya perubahan baik dari penataan wilayah kota maupun pengelolaan sampahnya.

“Pamekasan tahun ini memang mendapatkan penilaian rendah. Makanya perlu adanya perubahan, baik dari segi penataan wilayah kota maupun pengolahan sampahnya. Sehingga kabupaten ini kembali meraih penghargaan dari Provinsi Jatim,” tegasnya. (ito/h4d)

Related Search