TAK BERETIKA: Suasana konser yang digelar di depan Masjid Agung Sumenep, dan tidak berhenti meskipun sudah mendekati detik-detik waktu salat zuhur. Bupati KH A. Busyro Karim turut larut di dalamnya. KM/FATHOR RAHMAN

Busyro Dituding Cederai Kehormatan Masjid Agung

7267 views

KORANKABAR (SUMENEP)-Lantunan ayat-ayat suci Alquran, Minggu siang (10/5) berkumandang dari pengeras suara Masjid Agung (Masjid Jamik) Sumenep. Sementara jarum jam bergerak semakin mendekati pukul 11.22, waktu untuk menegakkan salat zuhur bagi umat Islam di Sumenep.

Tapi, lantunan ayat-ayat suci Alquran itu tenggelam di tengah hingar-bingar suara musik yang keluar dari sound system berkekuatan puluhan ribu watt, di atas panggung konser depan Masjid Agung Sumenep.

Konser musik yang baru dimulai sekitar pukul 10.00 tersebut, adalah acara yang digelar khusus untuk menyambut kedatangan Irwan, finalis tiga besar Dangdut Academy (D’Academy) 2 asal Sumenep.

Warga Sumenep begitu antusias meyambut kedatangan Irwan yang berkesempatan pulang kampung, setelah beberapa lama ‘dikarantina’ di Jakarta. Sejak pagi mereka sudah tumpah ruah memadati kawasan alun-alun kota, terutama di sekitar panggung konser depan Masjid Agung Sumenep.

Pemkab Sumenep pun terlihat mendukung acara itu. Terbukti, jalan akses menuju Masjid Agung Sumenep ditutup dari semua arah. Tak hanya itu Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim; dan Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma pun terlihat duduk di deretan kursi undangan kehormatan, di depan panggung.

Keduanya tampak pula larut dalam hingar bingar tersebut, asyik mendengarkan lagu-lagu yang didendangkan Irwan di atas panggung. Sedangkan lantunan ayat-ayat Alquran dari pengeras suara Masjid Agung Sumenep, agaknya mereka lewatkan begitu saja, seakan tanpa arti sama sekali.

Menjelang detik-detik azan zuhur dikumandangkan, konser itu tak menunjukkan tanda-tanda bakal berhenti. Ribuan warga Sumenep yang memadati kawasan alun-alun depan Masjid Agung Sumenep, juga tampak tak hirau akan waktu salat zuhur yang datang menjelang.

Demikian pula Bupati Busyro yang bergelar kiai haji. Dia terlihat tetap bergeming menikmati konser itu, tak tergerak sedikit pun mengingatkan, apalagi memimpin warganya bersiap-siap melaksanakan salat zuhur berjamaah. Bahkan dia tak berupaya sedikitpun menghentikan jalannya konser. Magnet populeritas Irwan rupanya lebih kuat menyedot perhatian mereka.

Hal itulah yang membuat gusar Ketua Takmir Masjid Agung Sumenep, Husin Satriawan. Tanpa mempedulikan Bupati Busyro, dan Ketua DPRD Herman yang asyik berjoget bersama Irwan, dia naik ke atas panggung, dan menghentikan acara konser itu.

“Memang kami suruh berhenti karena mau sholat zuhur. Di atas panggung ada semua, termasuk Bupati dan ketua DPRD,” cerita Husin, beberapa lama kemudian, setelah kejadian itu.

Berikutnya Husin berujar, kegiatan konser tersebut telah mencederai kehormatan Masjid Agung Sumenep. Sebab, acaranya digelar di depan masjid, tapi tidak diisi dengan kegiatan bersifat keagamaan.

Ditambah lagi pada detik-detik menjelang azan zuhur dikumandangkan, konser tetap berlangsung. “Kami sangat menyayangkan kegiatan itu karena dilaksanakan di depan masjid,” ungkap Husin kepada Kabar Madura dengan nada marah.

Di bagian lain Husin mengungkapkan, selama ini pihaknya sudah berulang kali menegur Pemkab Sumenep supaya tidak menggelar kegiatan non-keagamaan di depan masjid. Tapi, pihak pemkab, kata Husin, tak pernah menggubris teguran tersebut.

“Bukan karena apa, tapi kita harus menjaga kehormatan masjid, menjaga jamaah yang istikamah melaksanakan salat berjamaah,” tandasnya dengan berang. “Tapi rupanya (pihak pemkab) memaksa,” sungut Husin.

“Masjid Agung Sumenep dididirkan oleh oleh ulama atau sultan, masak di depannya dijadikan tempat hura-hura, maksiat seperti ini? Kan, tidak boleh?! Tolong hargailah yang membuat (mendirikan) masjid, dan masjid itu sendiri sebagai tempat ibadah dan simbol agama,” tegas Husin. (ong/yoe)

———————

Pemkab Lepas Tanggung Jawab

 

KEPALA Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumenep, Yayak Nurwahyudi menyatakan, tidak ada satu pihak pun yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan konser itu. Termasub Dinas Kominfo Sumenep selaku satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, jajaran Pemkab Sumenep.

Namun dia mengakui, pihaknya turun tangan memfasilitasi kegiatan tersebut. “Memang, ketika kami mendengar Irwan mau pulang kampung ke Sumenep, kami (Dishubkominfo, red) langsung rapat untuk menyiapkan penyambutan,” ujarnya.

Meski demikian, Yayak menegaskan, Dishubkominfo Sumenep bukanlah panitia penyelenggara acara konser tersebut. “Karena tidak ada SK (surat keputusan bupati, red) pembentukan panitia, dan semacamnya,” dalih dia. “Jadi, memang tidak ada yang bertanggung jawab,” tandas Yayak.

Di bagian lain dia mengatakan, semula acara tersebut telah di-setting selesai sebelum waktu zuhur. Namun, karena membludaknya penonton yang di luar perkiraan, maka jalannya acara itu pun molor hingga ‘menabrak’ waktu ibadah wajib bagi umat Islam.

“Itu perkiraan kegiatan Irwan tidak selesai pada jam zuhur, karena baru dimulai sekitar pukul 10.00. Padahal sebenarnya kami setting sebelum zuhur, sudah selesai,” tuturnya.

Soal teguran dan tindakan penghentian acara oleh Ketua Takmir Masjid Agung Sumenep, Husin Satriawan itu, bagi Yayak hanyalah keselahpahaman belaka. “Persepsi yang berbeda ini yang sempat menimbulkan miskomunikasi,” pungkasnya dengan nada enteng. (ong/yoe)

 

Related Search