SEMAKIN PROSPEK: Lahan PT Garam yang ada di Sumenep akan tergarap lebih baik dengan memasang target produksi 400 ribu ton.

Dampak Positif PT Garam Pindah ke Sumenep

45 views

KORANKABAR.COM (SUMENEP)-Rencana kembalinya PT Garam (Persero) berkantor di Kecamatan Kalianget, diakui oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep membawa angin segar. Karena akan ada banyak keuntungan yang akan didapatkan oleh Sumenep, utamanya petani garam.
Oleh karenanya, kepala Dinas Perikanan Sumenep Arief Rusdi menyambut baik rencana PT Garam berkantor di Sumenep. Sehingga diharapkan, keberadaan kantor PT Garam di Sumenep dapat berdampak positif bagi pegaraman di Bumi Sumekar.
“Soal pindahnya kantor PT Garam dari Surabaya ke Sumenep, jelas menguntungkan. Rencana pindahnya kantor PT Garam harus disambut baik karena bisa membawa angin segar bagi pegaraman di Sumenep,” jelasnya.

Paling tidak, ketika PT Garam pindah lagi ke Sumenep bisa meningkatkan produksi garam di Kabupaten Sumenep. Sebab keberadaan kantor yang jaraknya tidak jauh dari lahannya, jelas akan ada nilai lebih.
Kemudian bagi petani, bisa berkomunikasi langsung dengan pihak PT Garam ketika membutuhkan sesuatu soal teknis bertani garam yang baik, misalnya cara memproduksi garam yang berkualitas dan dengan kuantitas yang melimpah.
“Salah keuntungannya bagi petani, PT Garam dari segi teknis memproduksi garam lebih menguasi dan lebih modern. Sehingga ilmu tentang memproduksi garam bisa diserap oleh petani di Sumenep yang masih tradisional,” ungkanya.

Soal target produksi garam, Dinas Kelautan memasang target lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. target tahun 2016 lalu adalah 260 ribu ton. Tapi dengan kondisi yang tidak bersahabat, hanya tercapai produksi 17 ribu ton saja.
“Target tahun ini 368 ribu ton dan lebih tingi dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2017 ini kami yakin bisa tercapai, paling tidak capainnya lebih meningkat dari capaian tahun sebelumnya meskipun tidak mencapai target. Semuanya kembali ke cuaca. Memang tahun 2016 produksi garam sangat jauh dari target, tentunya karena cuaca. Seperti diketahui bersama, cuaca tahun sepanjang tahun 2016 tidak bersahabat untuk memproduksi garam dengan baik,” terangnya.
Kemudian disinggung soal pemasaran garam, sebab selama ini seringkali dikeluhkan oleh petani, menurut Rusdi masyarakat tidak akan kesulitan. Karena para petani sudah bisa memasarkans sendiri hasil produksi garamnya, apalagi PT Garam akan berkantor di Sumenep kembali. “Maka kami yakin akan tetap terserap,” katanya. (ong/h4d)

Related Search