SOSIALISASI PEMILUKADA: Ketersediaan anggaran untuk pemilihan kepada daerah menentukan kualitas proses pelaksanaan pemilihan langsung. (KM/Ist)

Dana Pemilukada Minim

691 views

KORANKABAR (SUMENEP)–Kabupaten Sumenep beserta 18 Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Timur diklaim sudah siap menggelar Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) pada 9 Desember mendatang.

Namun, persoalan anggaran atau minimnya dana menjadi kekhawatiran tersendiri. Sebab ketika berbicara persoalan anggaran pemilukada, menjadi penentu penyelenggaraan pemilukada tersebut.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Gogot Cahyo Baskoro menjelaskan ketika apakah ada kabupaten/kota yang berkeluh kesah mengenai minimnya dana pemilukada, termasuk Sumenep, bahwa persoalan anggaran bisa disiasati dua tahap melalui APBD.

“Tahap pertama bisa APBD murni dan tahap kedua adalah APBD Perubahan, untuk sementara masih tidak ada persoalan dan masih belum ada keluh kesah soal anggaran pemilukada sejauh ini,” ujarnya kepada Kabar Madura saat menghadiri sosialisasi Pemilukada di Sumenep, Selasa (26/5) kemarin.

Sedangkan jika ada pengurangan anggaran Pemilukada oleh pemerintah daerah, penyiasatan penggunaan anggaran harus dilakukan. Untuk menyiasati penggunaan anggaran lantaran ada pengurangan, bisa dilakukan dengan mengurangi alat peraga kampanye.

“Jika memang ada pengurangan anggaran oleh pemerintah daerah setempat, sebenarnya tidak ada masalah. Tapi intinya pemerintah daerah harus bertanggung jawab, kalau akibat keterbatasan anggaran merembet kepada sosialisasi yang dilakukan KPU Kabupaten tidak maksimal dan berdampak kepada penurunan partisipasi pemilu,” jelasnya.

Dikatakan Gogot, pada prinsipnya 19 kabupaten/kota yang hendak menggelar pemilukada tahun ini, termasuk Sumenep sudah tidak ada persoalan. Terbukti, salah satunya di Sumenep pembentukan PPK dan PPS sudah selesai dilakukan beberapa waktu.

Selain itu, 19 kabupaten/kota sudah selesai menandatangani Naskah Perjanjian Dana Hibah Daerah (NPHD). Hanya tinggal beberapa saja yang tinggal teknis administrasi pencairannya yang masih belum.

“Rekrutmen tenaga ad hock beberapa daerah sudah selesai, pertengahan bulan Juni nanti teman-teman ad hock ditingkat PPK dan PPS sudah bisa memulai kerjanya untuk melakukan up date dan pemutakhirabn data pemilu. Intinya kalau soal dana insya Allah tidak ada kendala,” imbuhnya.

Sementara itu, dana pemilukada di Sumenep dilakukan dua tahap. Total anggaran penyelenggaraan pemilukada di KPU Sumenep adalah Rp33,9 miliar. Tahap pertama anggaran untuk KPU sudah dicairkan beberapa waktu lalu. (ong/h4d)

Related Search