KM Ilustrasi

Dana Silpa Tembus 127 Miliar

75 views

KORANKABAR.COM-Kritikan pedas terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Sampang kembali dilayangkan oleh kalangan legilastif. Pasalnya, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun ini kembali tinggi, yakni mencapai Rp127 miliar. Para wakil rakyat kecewa atas minimnya serapan anggaran di masing-masing oragnisasi perangkat daerah (OPD) yang masih belum tertangani serius serta lambannya pengerjaan yang berupa kegiatan fiksik maupun kegiatan sosial lainnya.
”Angka SiLPA masih diatas seratus miliar, ini bentuk lemahnya kinerja dinas,” ujar Wakil Ketua DPRD Sampang Fauzan Adima, Rabu (1/3).

Dikatakan Fauzan, tingginya angka SiLPA juga perencanaan yang kurang matang, sehingga tidak jarang ditemukan banyak kegiatan yang terpaksa digagalkan karena perencanannya salah fatal. Bahkan, lanjut Fuzan, kondisi waktu yang terlalu singkat membuat sejumlah kegiatan proyek terpaksa dikembalikan karena pengerjaanya tidak tuntas
”Minimnya serapan anggaran ini juga bagian bukti jika mereka tidak bekerja dengan maksimal,” paparnya.

Fauzan mengingatkan kembali, jika berdasarkan LKPj tahun 2016, dana SILPA pada tahun 2014 dana SILPA tercatat Rp202 miliar. Bahkan pada 2015 dana SiLPA bertambah menjadi 228 miliar.
Ditegaskan Fauzan, pihaknya sudah berulangkali menekan eksekutif agar bisa memaksimalkan penyerapan anggaran, terutama yang berkenaan dengan kegiatan yang bersetuhan dengan masyarakat langsung.
Namun, lanjutnya, sangat disayangkan sekali ketika pada APBD tahun 2017, dana SiLPA masih diatas 100 miliar.

”Kami tegaskan bahwa pembahasan APBD sudah tepat waktu, jadi sangat disayangkan ketika serapan anggaran tidak maksimal dan Silpa masih tinggi, kerja dinas selama ini apa?” ucap seraya menyindir kinerja dinas yang tak maksimal.
Lebih lanjut Fauzan menyampaikan, untuk mengantisipasi tingginya SiLPA pada tahun mendatang, ia berharap agar kegiatan-kegiatan fisik untuk segera dikerjakan. Ia mengingatkan, molornya pengerjaan salah satu penyebabnya waktu pengerjaan terlalu mepet dengan akhir tahun.
”Jadi tidak jarang ditemukan pengerjaan proyek menggunakan SKS (Sistem kebut semalam),” jelasnya.

Terpisah, Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono saat dikonfirmasi mengaku belum bisa memberikan tanggapan secara rinci. Namun yang jelas pihaknya sudah sering memberikan pembinaan dan peringatakan kepada masing-masing OPD untuk serius mengelola anggaran.
”Pendeknya waktu membuat sebagian kegiatan ditunda, hal ini yang membuat serapan tidak maksimal, pasti kami ingatkan dinas-dinas yang tidak maksimal menyerap anggaran,” tukasnya.(mam/h4d)

Related Search