MENDESAK: Rombongan Komisi III saat meninjau pembangunan tambat labuh di Gili Labak.

Dewan Pertanyakan Pemindahan Proyek Tambat Labuh

41 views

KORANKABAR.COM (SUMENEP)-Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep mempertanyakan tujuan rencana pemindahan proyek pembangunan tambat labuh Gili Labak ke lokasi lain. Karena masalah tersebut dinilai akan memperlambat program visit Sumenep 2018
Jika Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep membangun tambat labuh baru maka proyek lama yang sampai sekarang mangkrak karena diputus kontrak akan menjadi bangunan yang sia sia, apalagi jika membangun dari awal, prosesnya akan lama dibandingkan melanjutkan tambat labuh yang sempat berjalan.

” Jika nanti Dishub mengajukan anggaran, jelas kami akan mempertanyakan dasar pindahnya. Kenapa mau pindah lokasi, sebab yang ada saja mangkrak,” jelas anggota Komisi III DPRD Sumenep M Ramzi kepada Kabar Madura kemarin
Politisi Hanura ini kemudian mengatakan, jika selama ini yang menjadi masalah adalah posisi tambat labuh karena diduga berada di wilayah yang ada terumbu karangnya, bisa disiasati dengan cara membelokkan bangunan ke titik aman.
Sebab meskipun disesuaikan dengan DED belum tentu tepat jika ada kepentingan di dalamnya. Makanya diharapkan, pembangunan tambat labuh murni dibangun untuk kemajuan Sumenep dan fasilitas Gili labak, bukan karena kepentingan tertentu.

“Sebab kami sepintas pernah mendengar, jika pembangunan tambat labuh bergeser hingga beberapa kali karena adanya kepentingan pihak tertentu. Kemudian kalau dipindah, apakah sudah benar berdasarkan DED dan pembuatan DED murni karena kepentingan Gili Labak atau kepentingan lainnya,” kritik Ramzi.
Jika mau dianggarkan lagi, baik mencari lokasi baru atau melanjutkan yang lama, perencanaannya harus benar-benar matang dan tidak berdasarkan kepentingan pihak manapun, tapi murni untuk kemajuan Sumenep.

“Pembangunan tambat labuh harus cepat direalisasikan, melihat fasilitas tersebut sangat dibutuhkan sebab Pemerintah Sumenep punya program visit Sumenep 2018, tentunya keberadaan tambat labuh sangat vital,” katanya.
Dana yang dianggarkan pembangunan tambat labuh dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016 sekitar Rp350 juta. Bangunan itu mencapai sekitar 40 persen. “Jadi sangat eman kalau dibiarkan begitu saja,” tukasnya.
Sebagaimana disampaikan Kepala Dishub Sumenep Sustono, tahun ini tambat Labuh Gili Labak tidak dianggarkan. “Kalau nanti sudah dianggarkan, kemungkinan posisinya akan pindah, tidak lagi di tempat yang saat ini mangkrak,” katanya. (ong/rei)

Related Search