KM/RAHMATULLAH KOSONG: Suasana kegiatan belajar mengajar di sebuah sekolah di kota Sampang

Dewan Soroti Kekosongan Kepsek

1023 views

GULUK-GULUK- Kekosongan jabatan kepala sekolah (kepsek) dan dua guru kelas di SDN I Guluk-guluk, Kecamatan Guluk-guluk, menjadi perhatian serius anggota dewan setempat. “Kondisi ini jangan dibiarkan. Harus segera direspon oleh dinas terkait,” ujar Ketua Komisi D DPRD Sumenep A Subaidi, kemarin.

Dia mengaku kasihan. Akibat tidak memiliki kepsek, sekolah tersebut tidak bisa menerima dana BOS. Dan karena tidak memiliki guru kelas di dua kelas sekolah tersebut, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) jadi tidak maksimal. “Pemerataan pendidikan ini harus menjadi catatan penting,” tegas Subaidi.

Subaidi berjanji menindaklanjuti hal itu ke dinas pendidikan (disdik) setempat. Dia mengaku heran tentang kekosongan jabatan dan guru kelas tersebut. “Selaku wakil masyarakat, kami tentu akan menindaklanjuti ke dinas,” pungkas politisi PPP Sumenep itu.

Sementara Kabid Ketenagaan Disdik Sumenep Fajarisman mengaku telah mengintruksikan pengawas TK – SD yang ditugaskan di Kecamatan Guluk-guluk untuk mengambil alih posisi sementara kepsek. “Kepsek definitif jelas akan segera kami proses,” janjinya.

Untuk posisi kepsek definitif, harus diisi oleh PNS yang sudah lulus pembinaan seleksi tenaga potensial (PSTP). “Pasti ada nanti setelah ada perolingan,” ungkap Fajarisman.

Sementara kekurangan guru kelas, masih bisa disiati dengan guru tidak tetap (GTT). Dia yakin GTT tersebut bisa diandalkan dalam menjalankan KBM dengam maksimal, karena juga berlatar akademik yang dibutuhkan sekolah.

Terkait perekrutan guru PNS baru, kata Fajarisman, merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. “Kekosongan kepsek dan guru kelas ini akan kami laporkan ke bupati. Kami juga memiliki kepentingan yang sama untuk memajukan pendidikan,” pungkasnya. (mat/zis)

Related Search