Dibangun 300 Meter, Tinggal 30 Meter

1181 views

PANTURA-Mayoritas warga pesisir pantai utara (pantura) di Kecamatan Pasean dan Batumarmar, tidak setuju dengan pembangunan tangkis laut senilai Rp40 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2013 lalu. Bahkan, dalam satu tahun, tangkis laut yang dibangun sepanjang 300 meter itu hanya tersisa 30 meter lantaran habis diterjang ombak.
Dana itu terbagi menjadi dua pembangunan, yakni di Desa Tlonto Raja, Kecamatan Pasean, dan di pantai Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, masing-masing Rp20 miliar. Di Tlonto Raja, akibat kerusakan tangkis laut, hanya tersisa 30 meter dari awalnya sepanjang 300 meter. Sementara di Blaban, sudah nyaris habis.
Sebagaimana diungkapkan Hamdan, warga Desa Tlonto Raja. Dia mengatakan, sejak awal pembangunan sudah menuai protes. Sebab, bahan dasarnya hanya menggunakan tanah dibungkus pasir. Kemarahan warga kemudian mereda setelah pihak rekanan meyakinkan bahwa tanah yang dibungkus karung itu akan mengeras dalam tiga bulan ke depan.
Namun, bukannya mengeras malah amblas ditelan ombak. Menurutnya, pihak rekanan harus bertanggungjawab mengembalikan bangunan tangkis laut dengan fisik yang lebih kuat dan terbuat dari beton. Kini, deburan ombak kembali mengancam pemukiman warga pesisir itu.
“Sekarang ombaknya kembali berbahaya, karena hantamannya langsung terasa di pemukiman yang ada di pesisir pantai,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI Kholilurrahman yang mengaku telah mengunjungi lokasi dan berdialog dengan warga setempat mengatakan, sebagian besar warga Tlonto Raja tidak menghendaki bangunan tangkis laut yang hanya dari tumpukan pasir. Pihaknya sangat menyayangkan, karena anggaran yang digunakan sebenarnya sangat besar.
“Saya sangat menyayangkan. Belum satu tahun sudah tidak berfungsi dan hanyut. Untuk yang di Tamberu (Batumarmar) kok dibangun jauh dari pemukiman,” katanya.
Ditambahkan, seharusnya untuk membangun tangkis laut harus dibedakan satu tempat dengan yang lainnya karena tingkat kerawanannya berbeda, salah satunya ditentukan oleh kedalaman laut. Sementara di pantura Pasean, kedalamannya mencapai 15 meter. Seharusnya, kata Kholilurahman, dibangun dengan fisik yang lebih kuat.
Dari fakta tersebut, Kholilurrahman berencana membawa masalah tersebut ke Komisi VI DPR RI, yang salah satunya membidangi Badan Usaha Milik Negara (BUMD). Kaitannya adalah, pihaknya sudah mendapatkan informasi bahwa, yang menjadi rekanan pembangunan tangkis laut itu adalah anak perusahaan dari BUMN. (waw/anm)

Related Search