RUSAK : Banyak bangunan Polindes dan alat penunjang kesehatan di beberapa kecamatan di Kabupaten Sampang tak berfungsi. KM/ABDUL WAHED

Dinkes Dinilai Setengah Hati Rawat Aset

101 views

KORANKABAR.COM(OMBEN) – Gedung Pos Bersalin Desa(Polindes) Desa Rong Delem, Kecamatan Omben sudah 3 tahun terakhir tak ditempati. Belakangan diketahui lantaran rusak dan diinilai membahayakan nyawa. Padahal peran serta polindes sangat besar bagi masyarakat.

Dari pantauan Kabar Madura, polindes tersebut seperti dibiarkan terbengkalai tanpa diurus. Hal itu sangat merugikan masyarakat yang ingin berobat.Hal ini tampak jelas terlihat, sudah 3 tahun ini polindes tersebut tidak memiliki titik penyeberangan sehingga menyulitkan pasien yang akan berobat,bahkan tidak ada bidan desa yang datang pada jam kerja.

Ketua Pondok Kesehatan DesaRong DelemIhwan (35) mengungkapkan, setiap hari polindes memang selalu terbuka namun tak ada satupun bidan atau perawat yang bertugas, sehingga membuat warga enggan datang untuk berobat, baik memeriksakan kehamilan yang seharusnya menjadi tugas utama dari bidan polindes.

“Sudah 3 tahun terakhir bangunan polindes itu tidak ditempati, bahkan kondisinya sekarang rentan roboh,” kata Ihwan.

Warga yang tinggal di sekitar polindes tersebut juga mengeluhkan sulitnya mendapat pelayanan kesehatan karena telah lama dibangun polindes namun tidak berfungsi.

“Kalau ada keluarga yang sakit baik siang ataupun malam terpaksa harus dilarikan ke dokter praktek dan harus mengeluarkan biaya perobatan dari kantong sendiri,” tambahnya.

Untuk tetap melayani masyarakat, pihaknya berinisiatif untuk berkantor dirumah warga dengan status sewa yang dikeluarkan dari saku pribadinya.

“Tinggal di pelataran rumah warga untuk sementara sampai ada kantor baru, itu agar pelayanan tetap berjalan, iya walaupun sudah sangat berkurang,” tegasnya.

Anggota komisi IV DPRD Sampang Andi Susanto turut prihatin dengan kondisi itu, pihaknya merasa kecewa atas tidak berfungsinya polindes di desa tersebut. Pihaknya berharap kepada Pemkab Sampang untuk memperhatikan keadaan tersebut, sehingga pelayanan  polindes dapat melayani masyarakat yang butuh pertolongan kesehatan.

“Kami mengharapkan agar Pemkab Sampang tidak setengah-tengah dalam memberi pelayanan kesehatan untuk warga,mengapa dibangun kalau tidak berfungsi,buang-buang uang saja. Bukan hanya tempat itu saja, tapi seluruh Polindes di Kabupaten Sampang juga di perhatikan,” pintanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Firman Pria Abadi mengakui, saat ini pihaknya kekurangan tenaga kesehatan yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Sedangkan jumlah perawat berstatus PNS sangat minim. Padahal dalam aturannya, untuk memimpin polindes harus perawatberstatus PNS.

“Saya kurang tahu yang mana, tapi memang ada keterbatasan tenaga medis. Sementara jumlah perawat yang berstatus pegawai negeri sangat terbatas,” katanya.

Puskesmas Pembantu (Pustu) yang efektif terdapat 57 unit. Jumlah itu tidak sebanding dengan jumlah perawat yang berstatus PNS di lingkungan Dinkes Sampang.

“Ada beberapa tempat yang sementara dilimpahkan kepada perawat magang tetapi itu kurang bagus,” tandas Firman.(awe/waw)

Related Search