Drg Febria Rachmanita Kepala Dinkes Kota Surabaya (KM/ISTIMEWA)

Dinkes Surabaya Juga Membantah

1428 views

SURABAYA-Menyusul dugaan bahwa limbah medis di Desa Kemuning merupakan sampah buangan salah satu rumah sakit di Surabaya, Dinas Kesehatan ( Dinkes) Kota Surabaya juga mengeluarkan bantahan keras.

Kepala Dinkes (Kadinkes) Kota Surabaya drg Febria Rachmanita menegaskan selama ini pihaknya telah bekerjasama dengan pihak ketiga untuk membuang limbah medis di Cileungsi, Jawa Barat.

“Jadi semua rumah sakit di seluruh Surabaya, sekitar 60 rumah sakit itu limbah medisnya dibuang ke Cileungsi, Jawa Barat. Salah jika ada tudingan kami membuang limbah medis di Bangkalan,” tegas Febria seperti dikutip dari situs enciety.co, Rabu (11/3).

Menurut Febria, selama ini pihak Pemkot Surabaya dan sejumlah daerah lain di Jawa Timur telah bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan pembuangan limbah medisnya.

Dalam satu minggu, pihaknya mengirim dua sampai tiga kali limbah medis. “Kerjasama dengan pihak ketiga itu sudah lama, dan aman,” jelasnya.

“Artinya semua tuduhan itu salah besar, dan memang tidak mungkin limbah medis itu dibuang di sembarang tempat. Makanya kami sejak lama membuang limbah medis dari seluruh rumah sakit yang berada di Surabaya ke Cileungsi,” bebernya.

Dijelaskannya, limbah medis itu banyak jenisnya mulai dari limbah radioaktif, kimiawi, limbah patologis, dan berbagai limbah yang berpotensi menularkan penyakit.

Karena itu perawatannya tidak segampang itu. “Tidak sekedar membuang saja, karena masing-masing jenis limbah ditangani berbeda-beda makanya kita buang di Cileungsi,” sambungnya.

Seperti yang ramai diberitakan sejumlah media massa asional, bahwa tim gabungan dari Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Kepolisian Resor Bangkalan menemukan dan menutup tempat pembuangan limbah medis ilegal di Gunung Ajir, Desa Kemuning, Kecamatan Tragah, Bangkalan, Rabu (25/2) lalu.

Di lokasi, limbah medis yang ditemukan kondisinya sudah sebagian terbakar. Meski sebagian jenis limbah medis memang harus dimusnahkan dengan cara dibakar, namun proses pembakaran tidak bisa dilakukan di tempat terbuka dan di sembarang tempat. Proses pembakaran biasanya dilakukan dengan menggunakan incinerator dengan suhu tertentu.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Bangkalan dr Aida Rachmawati juga mengeluarkan bantahan serupa. Bahwa tidak ada puskesmas atau rumah sakit di Bangkalan yang membuang limbahnya di Gunung Ajir. Menurut Aida, semua instansi kesehatan di Bangkalan telah dilengkapi fasilitas yang mengelola limbah medis yang dihasilkan.(cie/zis)

 

Warga Disarankan Class Action

SEMENTARA itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur Hamy Wahjunianto menilai tindakan membuang limbah medis, apalagi terbukti mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), tergolong perbuatan yang sangat biadab. Karena jelas-jelas hal tersebut merupakan kesengajaan membahayakan warga di sekitar lokasi pembuangan.

Terkait itu, Hamy pun mendorong warga yang dirugikan agar menempuh jalur hukum dengan mempidanakan pihak yang membuang limbah medis tersebut. Karena menurut Hamy, membuang limbah B3 itu sudah masuk kategori pidana.

Tak hanya pidana, menurut Hamy, perbuatan itu juga bisa digugat dengan class action. Politisi PKS itu pun menyarankan kepada warga berkoordinasi dengan LBH Surabaya. “Itu tindakan jahat dan biadab. Saya sebagai pimpinan Komisi D DPRD Jatim mendorong warga yang dirugikan untuk menempuh langkah hukum terhadap manajemen rumah sakit tersebut,” tegas Hamy, Rabu (11/3).

Diakui, saat ini Komisi D sedang mengawasi penanganan limbah B3 di rumah sakit di Jawa Timur, khususnya RSUD milik Pemprov. Pengawasan itu diperketat menyusul turunnya data dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait menurunnya status penilaian sejumlah RSUD di Jatim.

Alumni Fakultas Kedokteran Hewan Unair ini juga berjanji akan mengawasi proses penyimpanan, pengemasan sampai pengangkutan limbah B3 dari rumah sakit sampai ke tempat pengolahan yang terletak di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Sebab, jangan sampai limbah beracun itu tercecer di jalan hingga membahayakan kesehatan warga yang dilewati truk pengangkut limbah B3.

“Kami akan pastikan proses pengangkutan limbah B3 itu aman. Jangan sampai limbah itu tercecer di jalan atau supirnya mampir sebelum sampai lokasi tujuan, “ pungkas pria berkaca mata itu.(bgs/zis)

 

Related Search