MASA PANEN: Dishutbun Pamekasan mengaku PTPN X siap membeli tebu rakyat. (KM/Ist)

Dishutbun Respon Soal Panen Tebu

752 views

KORANKABAR (PAMEKASAN)-Tudingan mengenai tidak jelasnya produksi tanaman tebu yang terjadi selama ini, cukup direspon pemkab setempat. Dalam hal ini, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pamekasan, mengkalim jika produksi tebu sudah jelas dan prosedural.

Sebab sebelum para petani melakukan cocok tanam, terlebih dulu mengadakan perjanjian dengan koordinator pabrik gula yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN X). Untuk kejelasan mengenai produksinya, PTPN X bahkan melakukan pengecekan lahan yang menjadi hal utama dalam penanaman tebu di wilayah Pamekasan.

Hal tersebut diungkapkan, Kadishutbun Pamekasan, Ajib Abdullah, Minggu (14/6). Dia menuturkan, hasil produksi tanaman tebu sudah menjadi tanggung jawab dari PTPN X. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan mengenai penjualan tebu di wilayah Pamekasan. Sebab jika memang sudah mendekati masa panen PTPN X sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah setempat.

”Pabrik sudah mengetahui secara pasti. Baik mengenai kondisi tebu, apakah siap di panen atau masih belum. Karena sebelum masuk ke daerah Pamekasan, pabrik sudah terlebih dulu melakukan pengawasan terhadap lahan petani yang akan ditanami. Jadi tidak mungkin produksi tanaman tebu itu bakal merugikan pihak petani,” paparnya.

Mengenai lahan yang cocok untuk dijadikan sebagai lokasi tanaman tebu, Ajib menjelaskan pabrik membutuhkan lahan yang memiliki akses jalan lebar. Tujuannya tak lain, agar ketika masa panen, tanaman tebu bisa diangkut dengan mudah menggunakan angkutan besar seperti truk dan sejenisnya.

”Kalau untuk tanaman tebu ini lahannya tidak begitu sulit. Semua lahan bisa, asalkan memiliki akses jalan yang mudah dilalui kendaraan besar. Agar ketika penen dengan mudah pabrikan mengangkut hasil tanaman tebu itu ke perusahaannya untuk diproses menjadi gula. Jadi ini sudah jelas, tidak mungkin tanaman tebu ini tidak di beli,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi meminta agar pemkab lebih maksimal melakukan koordinasi dengan pabrik gula. Terutama berkenaan dengan kejelasan jadwal buka gudang. Sehingga kejelasan mengenai produksi tanaman tebu makin jelas. Pada akhirnya antusias petani untuk beralih ke tanaman tebu akan meningkat.

”Seharusnya Dishutbun sebagai leading sector, melakukan beberapa upaya guna memastikan jadwal buka gudang. Selain itu juga perlu dilakukan koordinasi dengan pihak pabrik untuk memastikan kapan akan dilaksanakan panen tebu. Dimulai dari wilayah mana, karena memang panennya dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas pabrik,” ucapnya.

Hosnan memaparkan adanya kejelasan itu setidaknya bisa memberikan ketenangan kepada para petani tebu yang selama ini khawatir. Sebab waktu panen sekaligus patokan harga pabrikan belum jelas. Dengan demikian, minat petani untuk menanam tebu akan menjadi lebih meningkat bila ada kejelasan mengenai masa panen dan harga.

”Kalau misalkan nanti masa panen dilakukan pada awal Juli (2015), kan enak. Sebab masa panen itu tidak semuanya akan dipanen pada bulan itu, pastinya akan berbeda antara yang satu dengan lainnya. Saya yakin dengan adanya kejelasan ini mampu meningkatkan minat petani untuk tanam tebu,” jelasnya. (ito/h4d)

Related Search