MENANGIS : Ibu Rohim, salah satu PKL SGB yang terpaksa dibawa gerobaknya oleh satpol PP Bangkalan untuk diamankan. KM/Muchlis Aliwafha

Disita Lantaran Tinggalkan Gerobak

70 views

KORANKABAR.COM(BAGKALAN)-Pedagang kaki lima (PKL) yang diizinkan berdagang di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), ketahuan melanggar aturan. Pasalnya, gerobaknya kerap ditinggalkan begitu saja saat tutup, alias libur berjualan.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan akhirnya menyita gerobak-gerobak itu, karena dianggap menciptakan suasana kumuh di halaman SGB. Padahal penegak peraturan daerah (perda) itu sudah mengimbau PKL agar tidak meletakkan gerobak di halaman stadion.

Kepala Seksi (Kasi) inteligen Satpol PP Bangkalan M. Roni menyampaikan, penyitaan rombong itu atas perintah atasan. Gerobak yang disita itu milik pedagang es degan bernama Bu Rohim dan penjual jagung susu keju (jasuke).

Sementara Kepala Satpol PP Bangkalan Ram Halili menyatakan, keputusan itu diambil karena langkah preventif yang bersifat persuasif sudah dilakukan terlebih dahulu. Apalagi, khusus PKL di SGB, sudah disediakan lokasi penyimpanan gerobak agar tidak membuat kumuh. Selanjutnya mereka akan direlokasi ke pasar senggol di Jl Mayjen Sungkono.

“Terkait rencana relokasi ini, Kamis depan ini kami berencana mengundang para PKL ke kantor untuk dibina lebih dulu,” terangnya.

Rencana relokasi itu masih dalam tahap pematangan konsep. Karena tempat baru yang dibidik, diperkirakan belum mampu menampung 250 PKL.

Sementara Ibu Rohim pemilik Romobong yang disita mengaku bahwa dirinya tidak meninggalkan gerobaknya, namun hanya ke pasar membeli kelapa muda. Dia menilai kinerja Satpol PP sudah baik, namun ada satu yang bersikap tidak sopan.

“Saya tidak meninggalkannya semalaman, itu baru saja saya pindah, jadi tolong pak. Kalau pak ketuanya saya tahu dia baik, tapi ada satu yang selalu kardiman, jadi saya selama ini kurang patuh seperti apa,” ucapnya kepada petugas Satpol PP dengan menangis. (mal/waw)

Related Search