Disperindag Tidak Responsif Sikapi Harga Beras

1010 views

F-Iklal
KM/ Rahmatullah
Ketua Formasi Iklal Taubat

SUMENEP – Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Forum Mahasiswa Sumekar Independen (Formasi) mendatangi kantor DPRD Sumenep untuk melakukan hearing, Rabu (4/3). Mereka hendak mempertanyakan apakah pihak legislatif sudah mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat  melakukan operasi pasar (OP) terkait kenaikan harga beras yang sudah berlangsung sepekan ini atau tidak. “Karena berdasarkan amatan kami, operasi pasar belum dilakukan,” papar Ketua Formasi Iklal Taubat.
Yang dia tahu, Pemerintah Pusat telah menyediakan beras sebanyak 300 ribu ton untuk kepentingan OP. Anehnya, di Kabupaten Sumenep tidak ada tanda-tanda sama sekali untuk menggelar OP tersebut. “Ini yang menimbulkan pertanyaan di benak kami. Beras sudah disediakan oleh Pemerintah Pusat, tapi operasi pasar juga belum dilakukan,” ujarnya.
Iklal menilai Disperindag tidak sigap dalam merespon kenaikan harga beras. Indikasi yang dia sebut adalah tidak adanya langkah konkret untuk menormalkan kembali harga beras di pasaran. “Padahal warga sangat menunggu langkah apa yang akan diambil, karena warga merasa terbebani dengan harga beras saat ini,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumenep  Ahmad Juhari mengaku sudah mendesak Disperindag untuk segera menggelar OP. “Saya sudah pernah mendesak instansi terkait melakukan operasi pasar. Komisi B sejatinya punya pemikiran yang sama dengan mahasiswa,” ucapnya.
Menurutnya, taraf perekonomian masyarakat notabene dari golongan menengah ke bawah. Kenaikan harga beras tersebut diyakini meresahkan warga, karena harus mengeluarkan biaya lebih. “Kasihan kan warga jika tidak dilakukan operasi pasar? Langkah itu akan membantu meringankan beban warga,” jelas Juhari.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep Saiful Bahri mengaku belum mengantongi surat dari Disperindag Provinsi untuk menggelar OP. Katanya, OP merupakan program Disperindag Provinsi, dan Disperindag Kabupaten hanya sebagai penyelenggara. “Kami belum menerima surat untuk dilakukan OP dari Disperindag,” paparnya.
Kenaikan harga beras, kata Saiful, dipicu oleh distribusi yang tersendat dari Pulau Jawa. Selain itu, belum dipanennya padi milik petani setempat diyakini menjadi penyebab tingginya harga beras. Tapi Saiful memprediksi harga beras akan normal kembali dalam waktu dekat. “Dimungkinkan dalam dua minggu ke depan harga beras akan normal. Petani kita sudah mulai ada yang penan,” tandasnya. (mat/h4d)

Related Search