MENURUN: Populasi sapi lokal di Sampang sulit berkembang meski bantuan hibah dari provinsi terus mengalir. Insert foto: KEPALA DKPP (Sri Andoyo Sudono. KM/DOK

DKPP Tutupi Hibah Ternak 2015

421 views

 

KORANKABAR.COM (SAMPANG)– Merebaknya kabar tak sedap dari lingkungan Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) Sampang soal program hibah ternak ternyata tak membuat pihak DKPP angkat bicara.

Bahkan pihak DKPP juga enggan memberikan penjelasan terkait tidak beresnya program hibah ternak berupa sapi untuk tahun 2015.

Minimnya keterbukaan dari pihak DKPP tersebut justru mengundang reaksi dari sejumlah pihak, sebab DKPP selaku pemangku kebijakan dianggap kebingunan untuk menjelaskan soal realisasi hibah sapi kepada publik.

“Mestinya DKPP ini bisa menjelaskan soal realisasi hibah sapi itu kepada publik. Sebab selama ini DKPP enggan untuk memberikan klarifikasi soal pemberitaan di media. Dan sifat tertutup ini yang semakin menimbulkan kecurigaan kepada masyarakat,” ungkap pentolan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Rakyat (GMP2R) Khalilur Rahman.

Di sisi lain ia mengungkapkan, akan sangat maklum jika publik selama ini memiliki penilaian buruk terhadap pihak DKPP, sebab sampai sejauh ini DKPP juga tidak memiliki i’tikad baik untuk mengklarifikasi kepada publik soal hibah sapi dari tahun 2012 hingga 2015.

“Kalau DKPP secara terus menerus tidak memberikan klarfikasi, maka sama saja DKPP ini membiarkan opini publik yang menilai kinerjanya cacat,” paparnya.

Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Sampang Wahyu Triantono mengaku tertarik untuk mendalami soal program hibah sapi yang dilaksanakan oleh DKPP.

Bahkan menurutnya, korps adhiyaksa Sampang dibawah komando Kajari Abdullah telah membentuk tim monitoring guna memantau pelaksanaan setiap program hibah yang masuk ke daerah, baik itu hibah dari pemerintah pusat, provinsi dan hibah kabupaten.

“Semua program hibah tengah kita pantau, baik itu berupa fisik dan juga bantuan lainya,” kata Wahyu

Menurut wahyu, salah satu ketertarikan pihaknya untuk mendalami hibah sapi karena berkatan dengan populasi sapi yang tidak berkembang, padahal meningkatnya populasi sapi menjadi salah satu hal yang diharapkan dari program tersebut.

“Yang sangat penting untuk kita dalami adalah, apakah benar sapi-sapi tersebut memenuhi ketentuan, karena masing-masing ekor memiliki taksiran harga. Jadi tidak mungkin kalu harganya 7 juta lalu yang disampaikan kepda penerima hanya berupa anak sapi,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Sampang Sri Andoyo Sudono dan Kabid Peternakan Zainal sampai sejauh ini masih enggan untuk memberikan tanggapan, bahkan keduanya kompak tak merespon saat dihubungi melalui sambungan telepon.(sam/h4d)

Related Search