ILUSTRASI/IST

DPRD Minta Disdik Bersikap Tegas

281 views

KORANKABAR.COM (SAMPANG)-Mencuatnya informasi tak sedap soal ditangkapnya salah satu oknum guru berinisial SY yang diduga terlibat dalam kasus prostitusi. Ternyata langsung direaksi kalangan DPRD Sampang. Sebab SY dianggap mencoreng dunia pendidikan di Sampang.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri mengungkapkan, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang wajib ikut campur dalam mengurai persoalan dugaan prostitusi yang diduga melibatkan oknum guru itu, karena bagaimanapun status pekerjaan SY adalah berkaitan dengan dunia pendidikan yang semestinya ‘steril’ dari hal-hal yang amoral.

“Disdik harus bisa melakukan pembinaan terhadap semua guru di Sampang agar tidak terjadi lagi kasus yang serupa. Baik bagi guru yang berstatus PNS atau non PNS,” ungkapnya, Selasa (30/6).

Di sisi lain, politisi PKB itu juga menekankan agar disdik memberikan sikap yang tegas atas SY, sebab ia menilai, ulah yang dilakukan SY telah membuat risih banyak pihak.

Menurut dia, salah satu upaya dalam memberantas prostitusi jenis ini yaitu dengan memberikan sanksi sosial terhadap oknum yang terlibat.

“Jadi, menurut saya yang perlu digalakan adalah sanksi sosial. Kalau sekarang ini kan permisif, orang juga mengaitkan dengan kehidupan yang semakin mengglobal,” kata Maniri yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/6).

Dia mengatakan, ketegasan hukum juga perlu diberikan kepada pengguna jasa PSK selaku oknum yang terlibat. Selama ini, prostitusi marak karena dinilainya tak ada sanksi tegas terhadap pengguna jasa.

“Menurut saya untuk memberikan efek jera maka sanksi sosial harus dikedepankan. Selain sanksi hukum yang konsisten,” pungkasnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, penangkapan SY bermula, disaat yang bersangkutan berencana akan bertransaksi dengan lelaki hidung belang di salah satu hotel.

Namun polisi yang mengendus kegiatan tersangka langsung melakukan penangkapan sebelum menjajakan korban ST yang merupakan warga kota Sampang dan masih berstatus pelajar.

ST dijajakan oleh tersangka dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah, patokan harga tersebut sesuai dengan kesepakatan pengguna dan penjual. (sam/h4d)

Related Search