Dugaan Pemotongan PSKS Meluas

702 views

korankabar.com (SAMPANG)-Upaya pemerintah pusat untuk memaksimalkan Program Simpanan Keluarga Sejahtra (PSKS) kepada penerima di setiap daerah, tampaknya masih belum maksimal. Sebab, proses pencairanya di warnai dengan dugaan pemotongan bantuan yang diduga dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab. Bahkan informasi pemotongan PSKS kian meluas di sejumlah daerah.

Salah satunya adalah proses pencairan PSKS di Desa Camplong, Kecamatan Campolng, Sampang, yang dilaksanakan pada Sabtu pekan lalu (9/5). Indikasinya, Masyarakat yang berhak menerima bantuan tersebut hanya menerima Rp150 ribu, padahal seharusnya mereka menerima Rp600 ribu.

“Saya tidak tahu kalau bantuan PSKS itu jumlahnya Rp600 ribu, karena saya hanya menerima Rp150 ribu,” ungkap warga berinsial A.

Menurut A, modus pencairan yang dilakukan pihak desa setempat adalah dengan menunjuk perwakilan penerima PSKS yang sudah dikondisikan sebelumya. Menurutnya dalam pencairan itu memang di cairkan Rp600 ribu.

Namun, jumlah itu masih dibagi empat dengan penerima lainya. Sehingga, setiap penerima PSKS hanya menerima Rp150 ribu.

“Saya juga tidak tahu alasan pemotongan (dana) PSKS itu, karena sebelumnya juga tidak ada informasi,” jelasnya.

A menambahkan, sebelumnya (tahun 2014) penerima bantuan program PSKS di Desa Camplong menerima senilai Rp100 ribu. Namun, proses pencairan bulan ini ada peningkatan menjadi Rp150 ribu setiap penerima .

“Kalau saya hanya menerima Rp150 ribu, tapi yang sebenarnya saya berhak mendapat Rp600 ribu, sama halnya saya ditipu,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Camplong, Syamhari belum bisa dikonfirmasi secara resmi terkait adanya dugaan penyunatan dana PSKS di wilayah itu, sebab saat yang bersangkutan dihubungi melalui telefonnya, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban. (sam/yoe)

 

Related Search