km/dok

Dugaan Penyidik Minta Upeti Mulai Lidik

1098 views

KOTA-Polres Pamekasan akhirnya melakukan penyelidikan terhadap dugaan pemerasan pada sejumlah penambang pasir di Desa Pandan, Kecamatan Galis, beberapa waktu lalu. Saat itu, oleh oknum Polres Pamekasan, diduga kuat warga yang diperiksa diminta menyetor uang sebesar Rp3 juta perorang untuk memastikan kasusnya tidak berlanjut.

Kapolres Pamekasan AKBP Sugeng Muntaha melalui Kasubag Humas AKP Maryatun mengatakan, untuk kasus tersebut sudah dalam proses penyelidikan tim dari Satreskrim Polres Pamekasan. Namun tidak dijelaskan bagaimana proses penyelidikannya, bahkan belum ditemukan siapa oknum polisi yang menjadi terduga pemeras itu.

“Kami sudah tindaklanjuti melalui Propam kalau memang ada anggota kami yang main-main dalam menangani kasus,” ujarnya kepada Kabar Madura, kemarin.

Sayangnya, pihaknya belum menemukan bukti apa pun termasuk keterangan saksi dalam kasus itu. Selain masih mencari saksi dan bukti, pihak Polres Pamekasan justru membuka kepada siapa pun yang ingin memberikan informasi tentang dugaan pemerasan itu, termasuk kepada korban.

Sejauh ini, juga belum ada satu pun pihak yang diperiksa dengan alasan masih dalam proses penyelidikan. Bahkan kasus penangkapan sejumlah penambang pasir beberapa waktu lalu, juga belum selesai dan dinyatakan masih penyelidikan. Sejumlah penambang pasir yang dibawa ke polres saat itu, juga sekedar diperiksa, tidak ada penetapan tersangka.

“Untuk sementara kami belum temukan bukti-bukti, tapi penyelidikan terus berjalan. Kalau ada yang mau membantu informasi kepada kami, dipersilahkan,” imbuhnya.

Maryatun memastikan, setelah diselidiki oleh Satreskrim, akan dilanjutkan oleh Propam Polres Pamejasan untuk diambil tindakan terhadap pelaku. Namun pihaknya tidak memberi informasi sampai kapan proses penyelidikan itu berlangsung. Yang jelas bila ditemukan pelakunya, akan langsung dikenai sanksi.

“Dalam hal kasus ini yang menindaklanjuti Propam, dan kalau terbukti, pelaku akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan di Polri,” tandasnya.

Sebelumnya, salah seorang penambang berinisial A mengungkapkan bahwa dia dan sekitar 16 orang yang berasal dari penambang, sopir truk, kuli angkut, pemilik perahu diperiksa oleh Satreskrim Polres Pamekasan karena dugaan melakukan penambangan pasir secara ilegal. Namun setelah 24 jam diperiksa, mereka dikeluarkan kembali karena tidak cukup bukti untuk menahannya.

Namun, setelah itu, muncul oknum LSM yang menyatakan mendapat pesan dari oknum Penyidik Satreskrim Polres Pamekasan bahwa, setiap warga yang diperiksa tadi harus menyetor uang sebesar Rp3 juta kepada oknum tersebut. Jika tidak, kasus tersebut akan dilanjutkan dan akan menjerat waga yang terlibat dalam penambangan tersebut menjadi tersangka.

Namun Kepala Satresktim Polres Pamekasan AKP Bambang Wijaya sebelumnya menyatakan, dalam pemeriksaan kepada warga tersebut adalah bagian dari penyelidikan, bukan penyidikan. Pihaknya hanya mengumpulkan sejumlah informasi, sayangnya kebanyakan warga tersebut tidak tahu soal perizinannya karena hanya sebagai pekerja.

“Makanya kami masih dalami dulu, dan berkoordinasi dengan dinas terkait di Pemkab Pamekasan mengenai perizinan dan regulasi penambangan pasir di Pamekasan,” tandasnya. (waw/anm)

 

Related Search