Achmad Fauzi (Wabup)

Energi Silaturahim

93 views

Oleh Achmad Fauzi

Silaturahim itu merupakan energi hidup, sebab silaturahim dapat menimbulkan kekuatan mental yang berlipat ganda. Ibarat sebuah lidi, jika hanya satu lidi saja, maka sapu itu tidak akan menjadi kuat, karena ia tergabung menjadi satu, akhirnya lidi itu menjadi kuat dan kokoh.

Sama halnya dengan silaturahim, ia seolah menjadi kekuatan yang tiada tara. Ketika berjabat tangan, saling peluk dan tegur sapa, ada magnet sosial yang membuat hati menjadi damai. Sehingga silaturahim menjadi perekat satu sama lain. Kalau diibaratkan, kabel dan ‘rahmi’ adalah arus listrik, maka dalam silaturahim yang menentukan power bukanlah pertemuannya, tapi kasih sayangnya. Bukan kabelnya, tapi arus listriknya.

Bagi saya atau sebagian orang lain, bersilaturahim kepada orang orang yang mengasihi dan menyayangi kita akan menimbulkan kekuatan yang lebih besar dibandingkan kepada orang-orang yang tidak memiliki kasih sayang kepada kita. Namun kepada mereka yang tidak memiliki kasih sayang kepada kita, kita bisa mengambil inisiatif tanpa menunggu yang lain memberikan kasih sayang. Kita bisa memulainya. Sebab itulah kekuatan silaturahim, terjadi simbiosis rasa antar satu sama lain.

Dengan terlebih dahulu memulai silaturahim kepada orang lain, ini akan memberikan keseimbangan, yaitu orang lain pun akan mengasihi kita dengan sepadan sebagai balasan. Ketika akhirnya proses saling mengasihi itu terjadi, akan muncullah kekuatan-kekuatan baru yang saling susul-menyusul. Kekuatan-kekuatan baru ini tumbuh karena kita telah mengambil prakrasa (memulai atau menjadi inisiator) untuk memberikan kasih sayang kepada orang lain terlebih dahulu tanpa harus menunggu.

Dan, sesuatu yang menarik dari energi silaturrahim tidak hanya berupa kekuatan yang bersifat mental saja. Kekuatan ini bisa meluas menjadi kekuatan fisik, psikis, sosial, finansial (ekonomi), dan bahkan spiritual.

Kekuatan-kekuatan itu sungguh saya rasakan hingga saat ini. Selain jaringan dan banyak teman, energi itu juga sudah membuktikan memperkuat persatuan dan kesatuan. Apalagi dalam pemerintahan, energi itu sangat dibutuhkan, karena di dalamnya akan timbul rasa saling membutuhkan, solidaritas, dialog, pengertian, dan menguatkan kerjasama.

Dan itu sangat sesuai dengan sabda Rasulullah bahwa, “Tangan Allah berada di atas jamaah.” Hadis tersebut terbukti ketika umat Islam bersatu, Islam mampu menundukkan dua imperium besar, yakni Romawi dan Persia. Pun sebaliknya, ketika pecah belah terjadi, saling membunuh antar saudara merupakan kenyataan pahit yang tak bisa dilupakan.

Bukti lain dari kekuatan silaturrahim adalah ketika terjadi masalah di masyarakat, kekuatan itu juga mampu menyelesaikan berbagai persoalan horizontal yang terjadi di masyarakat. Selain ketika sudah mulai berjabat tangan dan saling mengasihi antar satu sama lain, energi itu juga melahirkan berbagai ide-ide dan gagasan yang brilian, inovasi-inovasi, program-program, serta berbagai kegiatan positif yang bisa diwujudkan.

Sudah cukup banyak bukti ketika energi itu diterapkan dalam pemerintahan, komunikasi dan koordinasi yang tak putus untuk mencapai tujuan bersama, memunculkan semangat bersatu dalam memacu masyarakat untuk mencapai kemakmuran bersama. Kondisi ini jauh lebih bermanfaat di bandingkan sendirian. Filosofi sapu lidi adalah contohnya. Ingat, Islam dulu, termasuk negara maju di nun jauh sana dapat jaya karena selalu berawal dari silaturahim. Wallahu A’lam. (*)

 

Related Search