Bambang Heriyanto, Kepala Disperta Sumenep

Galakkan Kedelai, Petani Masih Enggan

1128 views

SELAIN klaim akan meningkatkan produksi padi dan jagung, Disperta juga berencana menggalakkan penanaman tanaman kedelai. Hal ini karena dari potensi, Sumenep memiliki potensi, namun terkesan kurang diberdayakan. Sehingga meski punyai potensi, kedelai di Sumenep masih minim dan tidak bisa meyumbang banyak terhadap swasambada pangan.
Kepala Disperta Sumenep Bambang Heriyanto menjelaskan memang proyeksi areal lahan untuk tanaman kedelai di Sumenep masih cukup minim. Hal itu dikarenakan minat petani untuk menanam kedelai di Sumenep sangat rendah.
Hanya saja, Dispertan mengklaim akan melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada para petani setempat, bahwa jika tanaman kedelai dioptimalkan dan terus dilakukan, kedelai justru lebih menguntungkan dibanding tanaman lain, seperti halnya tembakau.
“Memang untuk tanaman kedelai di Sumenep masih minim karena petani masih belum banyak yang menanam kedelai. Tapi kami akan upayakan supaya petani di Sumenep juga menanam kedelai, karena diyakini lebih menguntungkan,” ujarnya.
Dijelaskan, untuk tanaman kedelai, Disperta telah mencangkan program pengembangan 1.000 hektare penanaman kedelai. Hal itu bertujuan dalam rangka mendukung swasembada nasional pangan khusus kedelai yang saat ini sudah mulai digugah.
“Untuk program 1.000 hektar kedelai tersebut merupakan bantuan dari Kementrian Pertanian. Sehingga untuk tanaman kedelai ini, di Sumenep kami yakin jika dioptimalkan bisa menyumbang swasambada padangan kedelai,” pungkasnya.
Dipaparkan, kalau program tersebut nantinya benar-benar terealisasi, jumlah keseluruhan rencana areal tanam kedelai untuk tahun 2015 ini di Sumenep sendiri diperkirakan mencapai 22.000 hektare. Sebab diluar program Kementrian Pertanian itu, Disperta Sumenep pada dasarnya sudah mencanangkan 12 hektare tanam kedelai di sejumlah kecamatan, seperti halnya di Kecamatan Guluk-Guluk, Lenteng, dan Ganding.
“Dari 3 kecamatan itu yang memang selama ini mempunyai potensi baik dan sudah banyak tanaman kedelainya. Dari 3 Kecamatan itu pula, sudah ada target tersendiri, yaitu targetnya rata-rata produktivitasnya 1,61 ton per hektarenya,” jelasnya.
Dengan target tersebut, diyakini bisa terpenuhi. Meski kenyataannya masyarakat petani di Sumenep masih enggan menanam kedelai dan terbukti selama ini masyarakat Sumenep lebih memilih tanaman lain ketimbang kedelai. (ong/zis)

Related Search