Gubernur Jawa Timur Soekarwo

Gubernur Jatim Pesan Komisioner Bawaslu Jatim Tak Ditahan

KORANKABAR.COM (SURABAYA)-Gubernur Jatim Soekarwo meminta penyidik Polda Jatim agar tak menahan terlebih dahulu tiga komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jatim yang menjadi tersangka dugaan korupsi dana hibah Pilgub 2013 senilai Rp5,6 miliar.

Tujuannya, agar Ketua Bawaslu Sufyanto serta dua komisioner Sri Sugeng Pujiatmoko dan Andreas Pardede dapat menyelesaikan pekerjaan dan mengawasi gelaran Pilkada serentak yang digelar 9 Desember 2015 nanti. “Saya kirim surat permohonan ke Kapolda Jatim agar mereka (tiga komisioner) tidak ditahan lebih dulu,” kata Soekarwo, Kamis (4/6).

Soekarwo khawatir, jika komisioner Bawaslu ditahan dan dijebloskan penjara, pekerjaan utama mengawasi dan mengawal jalannya pilkada serentak terganggu. Karena sampai saat ini Bawaslu Pusat yang punya kewenangan belum memutuskan nasib ketiganya, apakah diganti atau tidak. “Ini tentu beda jika komisioner yang sudah jadi tersangka tersebut sudah ada penggantinya,” katanya.

Meski demikian, Pakde Karwo menjamin pihaknya tidak akan intervensi dan ikut campur ke prosedur penyidikan. “Semuanya saya serahkan sepenuhnya ke penyidik,” imbuhnya.

Sebelumnya GP Ansor Jatim mendesak Polda segera menahan tiga komisioner Bawaslu yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Alasannya, agar tidak ada diskriminasi dan tebang pilih. Karena empat tersangka lain sudah ditahan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Jatim Sufyanto menyatakan, pihaknya akan proaktif mengikuti proses yang ada dan tidak akan lari dari tanggung jawab. “Tugas sehari-hari di Bawaslu juga tetap saya lakukan,” tegasnya.

Salah satunya, melakukan rapat koordinasi dengan Bawaslu 19 kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada.”Kami ingin tahu update bagaimana persiapan yang telah dilakukan,” imbuh Sufyanto. (trb/zis)

 

 

Related Search

    Tags: