NEKAT : Sejumlah pelajar sedang mengadu kecepatakan di depan Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Bangkalan.KM/MUCHLIS ALIWAFHA.

Halaman Stadion Dijadikan Sirkuit Liar

101 views

 

 
KORANKABAR.COM(BANGKALAN)-Balap liar (bali) di kalangan remaja Bangkalan seakan sudah menjadi kebutuhan. Meski sudah berkali-kali ditindak pihak kepolisia, namun tak pernah ada kata jera bagi mereka. Saperti yang terjadi di Stadion Gelora Bangkalan belakangan ini, mereka kembali adu geber menggunakan motor yang sudah dimodifikasi.

Sirkuit portabel itu jadi marak karena didominasi remaja dari kalangan usia pelajar. Bahkan kepolisian terkesan sudah angkat tangan dan acuh. Aksi balap liar tersebut dikeluhkan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar stadion.

Seperti halnya yang disampaikan Musrifah (35), wanita asal Desa Konang itu selalu merasa terganggu jika aksi balap liar dimulai. Mus berharap terhadap pihak kepolisian yang untuk memberikan sanksi yang mampu membuat mereka jera menggelar aksi bali itu.

“Saya sebenarnya sangat terganggu dengan balapan tersebut, namun saya tidak tahu harus berbuat apa,” ujarnya

Hal senada disampaikan Abdullah, pejual es oyen di areal SGB meminta pihak kepolisian bekerja sama dengan pihak sekolah mereka. Kemudian menentukan hukuman yang membuat mereka menyesal untuk mengulangi lagi perilakunya

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasatlantas Polres Bangkalan, AKP Inggit Prasetiyanto mengatakan, pihaknya sudah sering mengobrak dan menindak aksi yang meresahkan warga teraebut, namun mereka tapi tetap nekat mengulanginya.

Untuk mengatasi persoalan balap liar yang dilakukan oleh pelajar, Inggit berharap kepada Dinas Pendidikan Bangkalan dan sekolah diminta berperan dalam menyadarkan para pelajar itu. Salah satunya mengusulkan agar Dinas Pendidikan Bangkalan membuat surat edaran kepada sekolah-sekolah.

“Dinas Pendidikan harus membuat surat edaran larangan membawa sepeda motor,” pungkasnya. (mal/waw)

 

Related Search