Harga Beras Naik, Bupati Mengaku Tidak Tahu

1040 views

KOTA-Bupati Achmad Syafii tampaknya kurang begitu peduli dengan kondisi rakyatnya. Buktinya, pria yang sering mengesankan dirinya merakyat itu, rupanya tidak mau tahu dengan kenaikan harga beras. Padahal, kenaikan tersebut sudah menggema cukup lama dan meresahkan masyarakat bawah.

Syafii berkelit, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari satuan perangkat kerja daerah (SKPD) yang membidangi tentang kebutuhan pokok berupa beras. Di samping itu, dia berkilah, juga belum mendengar keluhan baik di tingkat masyarakat, mengenai kenaikan harga beras.

”Saya masih belum mendapatkan keluhan berupa laporan itu,” ketusnya.

Dikatakan, jika memang isu kenaikan harga beras benar-benar terjadi di Pamekasan, Syafii berseloroh akan berupaya untuk menjaga stok beras di daerahnya. Selain itu, pihaknya masih akan menanyakan ke SKPD, dalam hal ini bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) serta juga akan berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur (Jatim).

”Jadi kalau misalkan sudah mendengar informasi tentang kenaikan itu, maka kami akan bertindak, untuk tetap menyejahterakan masyarakat kecil. Makanya nanti kami akan tanya ke bagian Kesra kemudian akan koordinasi dengan Gubernur tentang stok beras di Pamekasan,” tuturnya.

Hingga saat ini, harga beras di bumi gerbang salam melonjak tajam tanpa kendali. Kenaikan itu mencapai Rp12 ribu perkilogram (kg). Pemilik UD Sari Indah Abd. Faqih Zain, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, mengungkapkan awalnya beras dengan berat 25 kg harganya Rp240 ribu. Namun, saat ini sudah naik menjadi Rp252 ribu.

Akibat kenaikan harga kebutuhan pokok itu, membuat sejumlah masyarakat bingung. Menurutnya, kenaikan harga beras menimbulkan sejumlah pertanyaan di kalangan masyarakat kecil.

”Kenaikan harga beras ini sudah terjadi sepuluh hari yang lalu,” ungkapnya ketika ditemui di tempat kerjanya. (ito/anm)

 

Related Search