Idealisme yang Tergadaikan

331 views

KORANKABAR.COM – Meski sudah berlangsung beberapa waktu lalu, namun tayangan prosesi tujuh bulanan Nagita Slavina yang merupakan isteri artis Raffi Ahmad di salah satu stasiun televisi swasta secara live hingga kini masih jadi bahan pembicaraan.

Sebelumnya acara pernikahan sejumlah selebriti juga disiarkan secara live oleh beberapa stasiun televisi. Sebut saja Raul Lemos-Kris Dayanti, Anang-Ashanty, Raffi Ahmad-Nagita Slavina, dan beberapa selebriti lain.

Sebagai media yang memiliki fungsi dan peran sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial, ada beberapa hal yang kurang tepat terkait tayangan tersebut jika dikaitkan dengan fungsi dan peran media sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor Republik Indonesia 40 tahun 1999 tentang Pers.

Banyak kritikan yang muncul dari masyarakat terutama dari media sosial. Termasuk ’keberatan’ dari anggota DPR RI yang menyebut ada ruang publik yang harus dipenuhi oleh media, sementara tidak ada kepentingan media dari tayangan live tersebut.

Frekuensi publik selalu menjadi ‘kambing hitam’ saat salah satu stasiun televisi yang menyiarkan acara yang dianggap tidak berguna untuk kepentingan umum.

Frekuensi publik juga diungkit-ungkit manakala salah satu stasiun televisi terlalu menayangkan acara yang dianggap sebagai corong si pemilik media televisi.

Apakah benar publik dirugikan dengan tayangan tersebut? Jawabannya belum tentu.

Manajemen media tentu sudah berhitung matang mengapa harus menayangkan acara tujuh bulanan Nagita Slavina. Sebagai pelaku dunia media,khususnya media cetak, saya sudah melakukan beberapa survei untuk mengetahui minat pembaca koran saya.

Demikian pula manajemen stasiun televisi swasta yang menayangkan acara pernikahan, tujuh bulanan, hingga kelahiran anak sang artis. Tentu mereka sudah menghitung untung dan ruginya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, mayoritas penonton acara televisi di Indonesia yang tidak berbayar (free to air tv) menyukai acara-acara yang kita sebut tidak bermutu itu.

Logikanya, kalau tidak banyak yang menonton untuk apa para pemasang iklan berlomba-lomba membeli slot iklan yang mahal di saat acara-acara tersebut berlangsung?.

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sudah menegur salah satu stasiun televisi swasta setelah menayangkan secara langsung prosesi pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina secara live dua hari berturut-turut.

Berdasar Undang-Undang RI Nomor32 tahun 2002 tentang Penyiaran, pengaduan masyarakat, pemantauan, dan hasil analisis telah menemukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI tahun 2012.

Program tersebut disiarkan dalam durasi waktu siar yang tidak wajar serta tidak memberikan manfaat kepada publik sebagai pemilik utuh frekuensi. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan kepentingan publik.

Persoalan idealisme jurnalistik dan kelangsungan hidup perusahaan menjadi simalakama bagi manajemen perusahaan media.

Berbicara media, tidak lepas dari ‘kue iklan’ yang menjadi salah satu penyambung nyawa perusahaan, terutama bagi media elektronik yang sangat mengandalkan pemasukan keuangan dari sisi iklan.

Jika di masa lalu media massa mendapat dana subsidi dari pemerintah yang juga berperan mengabarkan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, kini perusahaan media murni menjadi perusahaan mandiri yang wajib mampu untuk menghidupi dirinya sendiri.

Saya jadi teringat kalimat yang pernah diucapkan pengamat media yang juga senior saya di dunia jurnalistik, Sirikit Syah, dalam sebuah acara yang digelar di Malang, beberapa waktu lalu.

Dalam paparannya beliau bertanya, ”Siapakah yang menentukan content berita dalam sebuah media? Apakah Pemimpin Redaksi, Redaktur Pelaksana, Redaktur, Dewan Redaksi, atau pemasang iklan?”

Jawabannya adalah pemasang iklan. Karena mereka adalah ’penyambung nyawa’ bagi perusahaan media.

Jadi, salahkan jika idealisme sedikit tergadaikan demi mendapat pemasukan berupa iklan dari produsen barang dan jasa yang ingin produk mereka dikenal masyarakat? (*)

Related Search