ALIH KELOLA:Pengelolaan pasar daerah akan dialihkan kepada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Sampang. KM/MOH. KHOIRUL UMAM

Ingatkan Tunggakan Retribusi Pasar Rp2,1 Miliar

 

 

KORANKABAR.COM(SAMPANG) – Dampak perombakan struktur organisasi membuat sejumlah dinas kehilangan pekerjaan. Salah satunya Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (Dispendaloka) Sampang.Semula dinas itu menguasai pengelolaan pasar, namun kini harus rela dilepaskan setelah adanya perampingan SO tersebut.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan jabatan untuk kepala dinas itu akan diikutsertakan dalam proses lelang jabatan. Sebab, yang semula Dinspendalola statusnya dinas kini turun kasta menjadi badan. Bukan hanya itu saja, kemungkinan besar komposisi struktur jabatan juga akan dirampingkan.

Pejabat yang kerap disapa Umi Tin itu menambahkan, dirinya juga siap apabila komposisi jabatan juga dikepras. Pihaknya mempersilahkan dan tidak akan keberatan apabila itu sudah menjadi keputusan dan sudah diatur dalam peraturan daerah (perda).

“Kalau kami pasrahkan semuanya kepada kebijakan pusat, jika memang dilelang ya tidak ada persoalan,” ujar Kepala Dispendaloka Sampang Suhartini Kaptiati.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sampang Samsul Arifin menegaskan, dengan prombakan SO itu, diharapkan pemerintah lebih peka tentang nasib piutang retribusi sekitar Rp2,1 miliar. Ia meminta nasib dari piutang retribusi itu diperjelas.

“Ketika pengelolaan pasar dialihkan, lantas bagaimana nasib tunggakan retribusi pasar, ini yang harus diperjelas,” tegasnya.

Menurut Samsul, pengalihan pengelolaan pasar daerah itu menjadi tantangan bagi dinas yang akan menggantinya. Terutama soal karut-marutnya penataan kios, harga sewa kios, tunggakan retribusi yang sampai saat ini tak jelas nasibnya.

“Potensi PAD dari pasar daerah sangat besar namun rawan bocor, ini yang menjadi catatan kami kepada Disperindagtam selaku dinas yang akan mengelola pasar nanti,” tukasnya.(mam/waw)

 

 

Related Search