Tabri S Munir
Wartawan Olah Raga Kabar MaduraTabri S Munir Wartawan Olah Raga Kabar Madura

Jangan Lupakan Sarana untuk Media Peliput

183 views

Oleh: Tabri S Munir

Wartawan Olah Raga Harian Kabar Madura

 

Catatan ini, adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang bisakah Pamekasan menggelar pertandingan ISC A atau Torabika Soccer Championship (TSC)?. Bagi penulis, terlepas dari kesiapan SDM dan lainnya, Pamekasan sebenarnya sangat siap untuk menggelar pertandingan TSC. Untuk membuktikan kesiapannya, tentunya harus ada ujicoba tata cara pelaksanaan pertandingan sebelum menggelar pertandingan resmi.

Ujicoba pertandingan bukan semata-mata mempertandingkan tim dengan tim lainnya, tetapi lebih pada ujicoba kesiapan Panitia Pelaksana dalam menggelar pertandingan yang sarat dengan banyak aturan, sebagaimana diatur dalam regulasi TSC. Sekedar gambaran, Panpel Bangkalan yang saat ini tercatat sebagai Panpel terbaik ke-4 dalam pelaksanaan TSC tahun ini, sebelumnya harus menggelar pertandingan ujicoba kesiapan panpel dalam menggelar pertandingan resmi.

Kala itu, sebagai sarana ujicoba kesiapan, Panpel menggelar pertandingan ujicoba Madura United melawan PS Semen Padang. Dari pertandingan ujicoba tersebut, banyak hal yang menjadi hasil evaluasi dari tata cara pelaksanaan pertandingan. Salah satunya, adalah pelayanan terhadap tim tamu, kordinasi dengan pihak keamanan, pengelolaan pintu masuk suporter, dan juga yang terpenting adalah pemahaman terhadap area-area khusus. Yakni, Operasional Area (OA), Tribun Area (TA), dan Filed Of Play (FoP) Area.

FOP, adalah area teknis yang harus steril dari pihak-pihak yang tidak terdaftar sebagai LOC. Hanya pemain dan ofisial terdaftar yang bisa masuk area tersebut. Untuk lainnya, sekaliber presidenpun tidak bisa masuk ke ruangan tersebut. Kalau tidak, sudah pasti sanksi akan diterima Panpel dan klub. Itulah, kenapa saat Menpora Imam Nahrawi masuk ke ruang ganti pemain, langsung menjadi viral di medsos sebagai pelanggaran.

Selain ruang ganti, FOP juga termasuk bench pemain, bench LGC, MO dan Perangkat Pertandingan, lapangan, dan juga area pemanasan. Jika sampai area tersebut ada pihak-pihak yang tidak terdaftar bebas melenggang, maka bersiaplah Panpel dan klub menerima “surat cinta” dari Komisi Disiplin.

Selain kesadaran tentang area-area tersebut, hal yang patut digarisbawahi dalam pelaksanaan pertandingan adalah hak ekslusif media peliput. Khusus photografer, mereka mendapatkan hak akses hingga ke pinggir lapangan. Namun, area operasi mereka juga sangat terbatas, selesai pelaksanaan reharshal, mereka harus berada di belakang gawang tim, itupun, mereka harus berada di belakang Aboard.

Bagaimana dengan wartawan tulis?. Panpel memiliki kewajiban untuk menyediakan tribun khusus bagi para wartawan tersebut yang dilengkapi dengan fasilitas meja dan juga colokan listrik. Selain itu, mereka juga harus disediakan ruangan khusus tempat Presconferensi dan Media Center di dalam stadion. Sesi presconferensi dalam pertandingan TSC dibagi dalam dua tahap. Yakni, sebelum pertandingan pada H-1 dan setelah pertandingan beberapa menit setelah peluit akhir. Prosesi tersebut adalah prosesi wajib yang harus dijalani Panpel dan setiap tim. Jika tidak, sekali lagi “surat cinta” sudah pasti akan datang dari Komisi Disiplin.

Cuma, tidak semua media peliput mendapatkan hak akses khusus sebagaimana disampaikan di atas. Untuk bisa mendapatkan hak akses tersebut, Media peliput juga memiliki kewajiban untuk melakukan pendaftaran untuk kepentingan liputan mereka. Sebab, Panpel melalui Media Officer, memiliki kewajiban untuk melakukan akreditasi media peliput di lapangan. Akreditasi tersebut diperlukan, utamanya juga karena terdapat hak-hak ekslusif dari pemilik hak siar, oleh karenanya, media TV selain pemilik hak siar, memiliki keterbatasan akses dalam menjalani liputan.  (habis). (*)

Related Search