WAHYU TRIANTONO Kasi Pidsus Kejari Sampang. (KM/DOK)

Kasus Demfarm Kian Tengelam

1145 views

KOTA-Penyidikan kasus dugaan korupsi program kontingensi dan demfarm di Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang, yang menyeret satu nama tersangka yakni AI, sepertinya tidak berjalan mulus. Karena, sampai saat ini, kasus tersebut tak kunjung dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Meski penanganannya sudah berlangsung sekitar dua tahun.

Kepala Kejari (Kajari) Sampang, Abdullah melalui Kasi Pidsus, Wahyu Triantono saat dikonfirmasi kembali seputar perkembangan kasus dugaan korupsi program kontingensi dan demfarm di Dispertan itu, mengatakan bahwa kasus tersebut akan diperdalam kembali.

”Akan kami perdalam lagi, serta akan memanggil saksi-saksi dalam kasus ini,” ucapnya.

Dikatakan Wahyu, pihaknya sedikit terkendala oleh keterangan saksi. Karena saksi yang sebelumnya mencabut pernyataan yang pernah disampaikan sebelumnya. ”Pasti kami proses, tapi kami masih kebingungan, karena dua saksi mencabut mencabut pernyataan,” tuturnya singkat.

Pria asal Malang itu, menambahkan, semua kasus dugaan korupsi yang masuk ke Kejari tidak akan dilepas maupun dihentikan. Semua akan dipanggil dan pasti dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya jika berkasnya sudah lengkap. Sehingga tidak tidak akan main-main dalam mengembangkan penyidikan kasus-kasus korupsi.

”Bukannya kami tidak ingin melimpahkan kasus dugaan korupsi program kontingensi dan demfarm ini. Pasti kami limpahkan jika berkasnya sudah lengkap.”

Wahyu menambahkan, kasus kontingensi dan demfram saat ini masih menunggu keterangan dari ahli. Sebab sebelumnya kasus tersebut dikatakannya perlu keterangan dari ahli sebagai penguatan dalam penyidikan.

”Keterangan ahli belum turun, jika keterangan dari ahli suda ada tinggal beberapa langkah lagi untuk pelimpahan berkasnya,”tukasnya.

Berdasarkan catatan Kabar Madura, tersangka kasus itu, diduga melakukan pemotongan dana program kontingensi dan demfarm, yang disalurkan ke sejumlah kelompok tani (poktan). Nilai totalnya mencapai Rp1 miliar lebih, yang terbagi atas program kontingensi sebesar Rp918.400.000, dan demfarm Rp163.988.000. (mam/yoe)

Related Search