ilustrasi

Kasus Pesangon Dewan Jalan di Tempat

1074 views

KOTA-Penyidikan kasus dugaan korupsi dana pesangon dewan jilid ii tahun 1999-2004 yang menyeret 9 tersangka, hingga Senin kemarin masih jalan di tempat. Karena, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang belum bisa memastikan arah pengembangan penyidikan kasus tersebut.

Bahkan, rencana yang sebelumnya pernah disampaikan yakni akan ke Mahkamah Agung (MA) guna meminjam dokumen asli terkait kasus yang berhubungan dengan pesangon dewan itu, tak kunjung pula ditindaklanjuti.

Kajari Sampang, Abdullah melalui Kasi Pidsus, Wahyu Triantono mengatakan, posisi penanganan kasus pesangon dewan itu, masih tetap seperti sebelumnya, yakni masih menunggu dokumen dari MA. Sehinga pihaknya masih belum bisa melangkah jauh terkait penangan kasus tersebut.

”Pokoknya kami akan selesaikan terkait penyidikan kasus pesangon ini, kami masih menunggu dokumen dari MA,” sergah Wahyu, kepada Kabar Madura, Senin (9/3).

Dia menambahkan, selain menunggu dokumen dari MA, pihaknya akan menelusuri kembali kasus tersebut, mengingat kasus pesangon dewan itu, merupakan kasus lama. Wahyu berdalih, pihaknya tidak akan gegabah melakukan penyidikan, meski ada desakan dari luar.

”Waktu itu Kasi Pidsusnya bukan saya, jadi kami akan telusuri kembali, jadi mohon bersabar dan harap menunggu,” ujarnya.

Ketika ditanya nasib 9 tersangka yang terkesan digantung? Wahyu kembali menegaskan jika pihaknya tidak ada niatan untuk menggantung status ke-9 tersangka tersebut. Bahkan dirinya mengatakan berharap agar kasus pesangon itu cepat selesai.

”Kami berharap sama agar penyidikan kasus pesangon segera tuntas,” ulasnya.

Ketika ditanya kembali terkait rencana sebelumnya yang akan menjemput bola berkas perkara itu, ke MA? Wahyu mengaku belum bisa memastikan, kapan rencana itu dapat terlaksana. Dia beralasan, selain karena personel Kejari Sampang terbatas, juga karena kasus-kasus korupsi lain, banyak menumpuk, belum tertangani.

”Satu persatu dulu mas, kami pasti akan menuntaskan kasus yang sudah masuk ke meja Kejari,” pungkasnya.

Sebelumnya, mantan anggota dewan periode 2004-2009 Puji Raharjo sempat memrotes lambannya proses hukum terhadap kasus pesangon dewan itu. Puji juga berencana kirim surat ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Timur, minta supaya kembali mengaudit laporan keuangan DPRD Sampang, terkait uang pesangon dewan periode 1999-2004.

Menurut Puji, saat ini status 9 tersangka terkesan digantung, mengingat penyidikannya belum ada perkembangan. Dengan kondisi itu pihakanya menegaskan kembali selaku mantan anggota dewan pada periode itu meminta Kejari agar serius dan mempertegas nasib 9 tersangka tersebut.

”Dasar permintaan audit ini agar dijadikan dasar oleh Kejaksaan untuk melanjutkan atau mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Hal ini penting dilakukan agar status teman-teman yang terseret tidak mengangtung,”tukasnya.

Sekedar diketahui sesuai catatan Kabar Madura, ada 9 tersangka dalam dugaan kasus korupsi pesangon dewan  yaitu KD, FM,UF,AKS, MB, AH, SI, AS, JMD. Sebelumnya pihak Kejari menegaskan akan pergi ke Mahkamah Agung (MA) untuk meminjam dokumen asli terkait kasus yang berhubungan dengan pesangon dewan. Sebab sebelumnya dalam kasus ini sudah menetapkan empat tersangka, sementara dokumen tersebut saat ini tengah berada di MA. (mam/yoe)

 

 

Related Search