Manajer Pengaduan KPAI pusat, Waspada saat mendampingi Wakil Ketua KPAI Putu Elvina ketika berkunjung ke Sumenep beberapa hari yang lalu.F-KPAI Pusat.KM/AINUL ANWAR

Kasus Sodomi Molor, KPAI Minta Bantuan LBH

117 views

KORANKABAR.COM(SUMENEP)-Kasus sodomi yang diduga dilakukan salah satu ustaz berinisial AM (50) terhadap 6 santrinya di Dusun Morasen Desa/Kecamatan Pasongsongan mendapat perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pusat.

Karena selain kasus sodomi terhadap anak di bawah umur menjadi atensi nasional, kasus itu juga ternyata molor selama 7 bulan di Polres Sumenep. Bahkan beberapa kali berkas pemeriksaan dari kepolisian dikembalikan oleh Kejari Sumenep. Anehnya, hingga saat ini pelaku juga dibebaskan dari tahanan.

Sehingga KPAI pusat melalui Manajer Pengaduan, Waspada mengatakan bahwa pihaknya akan meminta bantuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Surabaya untuk mengawal kasus tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan pengacara LBH di Surabaya karena di Sumenep belum ada. Sebab LBH memang fokus terhadap kasus pencabulan anak. Jadi kasus di Sumenep itu memang perlu pendampingan,” ujarnya via telepon.

Waspada menegaskan, kerjasama dengan LBH penting dilakukan karena kasus yang dilaporkan pada 9 Pebruari 2016 itu termasuk kasus besar. Apalagi dari pemeriksaan lanjutan, saat ini korbannya bertambah lagi menjadi 7 orang.

Selain itu, pihaknya mengaku sudah berkirim surat ke Kejaksaan Negeri Sumenep untuk segera melimpahkan kasus itu ke pengadilan. Sebab bukti-bukti sudah lengkap.

“Pengembalian berkas oleh penyidik Kejari kepada Polres Sumenep kemarin alasannya tidak ada rekomendasi dari rumah sakit terkait korban pencabulan. Tapi sekarang saat rekomendasi itu sudah dilampirkan belum P21,” imbuhnya.

Ia mengaku heran, kasus itu molor cukup lama. Padahal berdasarkan pengamatan KPAI pusat, bukti-buktinya sudah lengkap. “Kami akan mengawal kasusnya sampai tuntas. Jangan sampai mentok ini persoalan kasus anak di bawah umur,” akunya.

Untuk diketahui, KPAI pusat turun tangan dalam kasus tersebut karena salah satu orang tua korban pencabulan melaporkan langsung ke kantor KPAI di Jakarta pada tanggal 25 Juli 2016. (aan/h4d)

Related Search