TIDAK TINGGAL DIAM: Warga Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang saat melaporkan dugaan penyimpangan beras raskin (raskin) ke Kantor Kejari Sampang belum lama ini.KM/DOK

Kejari Butuh Keterangan Bulog

247 views

KORANKABAR.COM (SAMPANG)-Kelanjutan laporan warga Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang terkait dugaan beras miskin (raskin) yang diduga ditilap oleh oknum kepala desanya, saat ini masih tengah dipelajari oleh Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Kepala Kejari Sampang Abdullah, melalui Plt Kasi Intel Misjoto mengungkapkan, pihaknya  tidak gegabah dalam menyikapi laporan tersebut. Sebab, institusinya masih perlu mempelajari lebih teliti berkas yang diberikan oleh warga. Itu mengingat laporan warga sejauh ini sebatas lisan, tidak berwujud laporan tertulis.

”Kami masih mempelajari berkasnya. Dan kami jelaskan bahwa laporan yang disampaikan oleh warga bukan secara tertulis, tapi sebatas lisan saja. Berkas yang dilampirkan waktu melaporkan hanya fotokopi kartu warga penerima raskin,” jelasnya.

Menerut Misjoto, selain masih mempelajari berkas, pihaknya juga butuh konfirmasi langsung kepada oknum kepala desa yang dilaporkan. Karena baginya, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, harus disertai dengan data-data yang konkret.

”Kami perlu keterangan dari kepala desa yang dilaporkan. Jadi kami masih ingin koordinasi dulu untuk mempertanyakan terkait laporan dari warganya,” tambahnya.

Pria asal Pamekasan itu menambahkan, selain kepala desa, pihaknya juga butuh keterangan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Sampang. Hal itu untuk mencocokkan sesuai-tidaknya dengan apa yang dilaporkan warga Bunten Barat.

”Kami tidak akan gegabah bertindak. Namun yang pasti, kami akan memanggil langsung sejumlah pihak yang terkait dalam dugaan penilapan bantuan raskin ini, salah satunya dari Bulog. Karena bisa jadi beras itu sudah ditebus atau ditilap, atau sudah didistribusikan,” tegasnya.

Untuk itu, tambah Misjoto, Kejari masih mendalami terkait berkas maupun keterangan yang nantinya diperoleh dari pihak Bulog maupun kepala desa terkait.

”Intinya kami masih mendalami laporan ini. Dan untuk menindaklanjuti, kami masih menunggu perintah dari pimpinan Kejari,” tukasnya.

Sebelumnya, warga Bunten Barat mendatangi kantor Kejari Sampang untuk melaporkan dugaan penyimpangan raskin yang diduga ditilap oleh oknum kepala desanya. Saat itu, warga membawa berkas warna coklat yang berisi data terkait realisasi raskin yang didistribusikan kepada penerima manfaat selama tiga tahun, yakni terhitung dari 2012 sampai 2014.

Berdasarkan penyampaikan warga pada saat itu, selama tiga tahun warga mengaku hanya menerima raskin sebanyak 10 kali. Dengan rincian, pada tahun 2012 warga menerima sebanyak 3 kali, 2013 sebanyak 4 kali, dan pada tahun 2014 hanya 3 kali. (mam/anm)

Related Search