LANGKAH PERJUANGAN: Sejumlah pemuda saat meminta pengendara motor untuk mengisi angket terkait kondisi jalan provinsi Sampang-Ketapang, di Jalan Barisan kemarin. (KM/MOH. KHOIRUL UMAM)

Keluarga Korban Laka Lantas Sebar Seribu Angket

1241 views

KOTA-Keluarga Yahya, warga Desa Rabasan, Kecamatan Kedungdung yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Jalan Kemoning, beberapa waktu lalu, terus berjuang untuk meminta pertanggungjawaban Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur.

Selain melaporkan dugaan kelalaian satuan kerja perangkat daerah (SKPD) jajaran PemprovJawa Timur itu, ke polisi, keluarga korban menyebar 1.000 angket kepada penggunan jalan di jalur Sampang-Ketapang.

Kordinator lapangan, Alan Kaisan mengatakan kegiatan itu, mereka gelar sejak Selasa lalu (10/3). Tambahnya, hingga kemarin (11/3), sudah sekitar 30 pengguna jalan yang mengisi angket.

”Kegiatan ini untuk menanyakan langsung terkait kerusakan jalan provinsi Sampang-Ketapang dengan mengisi angket. Karena selama ini kecelakaan di Jalur Sampang-Ketapang hanya sebatas mendengar, jadi untuk mengetahu langsung tentang kerusakan dan harapan mereka, maka kami sediakan angket,” jelasnya pria yang juga keluarga Yahya itu.

Dikatakan Alan, hasil pengisian angket tersebut, akan disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Karena dirinya merasa tidak kuat lagi, melihat jalan yang terus menerus dibiarkan tanpa adanya perbaikan peningkatan.

”Jalan provinsi jalur Sampang-Ketapang tidak bisa dibiarkan lagi, karena sudah puluhan korban yang kecelakaan di jalan tersebut. Bahkan sesuai angket, ada yang mengatakan, sehari sampai tiga kali kecelakaan. Maka, akan kami sampaikan kepada gubernur agar jalan itu segera diperhatiakan dan diperbaiki,” ucap mantan Presma Unira itu.

Alan menambahkan, dari hasil angket yang sudah dikumpulkan, sebagian menyatakan jika kondisi jalan sudah rusak parah. Maka hanya satu harapan dari pengguna jalan, peningakatan perbaikan serta pelebaran jalan.

”Hampir 70 persen pengguna jalan menyatakan jalan penghubung Sampang-Ketapang tidak layak untuk dilintasi, karena berlubang dan bergelombang,” ucapnya.

Alan menjelaskan, angket terhadap pengguna jalan ini sudah berlangsung selama dua hari dengan target 1.000 angket. Maka dengan itu, pihaknya merasa angket tersebut sebagai bukti kuat agar tidak ada alasan lagi jalan provinsi tidak diperbaiki.

”Target kami seribu angket, sejauh ini masih ada tiga ratus angket dari masyarakat,” pungkasnya. (mam/yoe)

Related Search